Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anggota DPRD Malang korupsi masal, integritas Parpol masih ditunggu

Anggota DPRD Malang korupsi masal, integritas Parpol masih ditunggu ICW. ©2015 merdeka.com

Merdeka.com - Anggota DPRD Kota Malang menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 21 anggota legislatifnya terjerat korupsi secara bersama-sama. Selain Kota Malang, sebagian besar anggota DPRD Provinsi Jambi juga disebut menerima suap dari Pemprov Jambi sebagai uang pelicin ketok palu APBN 2017 dan APBN Perubahan 2018.

Peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW) Alma Sjafrina menilai masifnya para legislatif terjerat korupsi lantaran belum adanya reformasi di tubuh partai meski berulang kali kadernya menjadi pesakitan komisi antirasuah tersebut. Dari hasil penelitian beberapa perkara korupsi di KPK, Alma mengatakan kebanyakan para anggota DPRD mengklaim butuh biaya besar sebagai ongkos operasional partai.

"Belum ada pembenahan serius mencegah korupsi di legislatif, polanya sama ada keterlibatan kepala daerah, birokrasi, dan DPRD. Bisa dilihat belum ada pembenahan di situ. Jadi akar masalahnya itu reformasi di parpol," ujar Almas dalam diskusi di Gado-Gado Boplo Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/9).

Dalam beberapa kesempatan ia mengaku pernah melakukan wawancara terhadap sekretaris jenderal ataupun pengurus partai politik di tingkat pusat ataupun daerah untuk mengetahui lebih lanjut mengenai dana operasional partai. Hasilnya, kata dia, hampir sebagian partai politik di parlemen tidak mencantumkan nominal anggaran yang dihabiskan ataupun kebutuhan anggaran untuk kegiatan partai politik.

Bahkan, sambung Almas, adanya bantuan dana dari negara terhadap partai politik terkesan tidak cukup efektif merubah sistem partai politik agar lebih transparan dalam mengelola tata keuangan. Jika disuruh memilih, partai politik tidak akan menggunakan dana bantuan dari negara lantaran dituntut secara transparan.

"Respons itu kita temukan saat wawancara terhadap Sekjen parpol di tingkat nasional, daripada bantuan keuangan negara dinaikan tapi kita dirumitkan ya sudah negara enggak usah kasih bantuan ke parpol. Mereka juga tidak mau membuka berapa kebutuhan mereka," ujarnya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP