Anggota DPRD Bantul Ditangkap Terkait Penipuan Seleksi CPNS

Senin, 3 Oktober 2022 14:26 Reporter : Purnomo Edi
Anggota DPRD Bantul Ditangkap Terkait Penipuan Seleksi CPNS Wakil Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo Buka Orientasi CPNS. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Polisi menangkap seorang anggota DPRD Kabupaten Bantul berinisial ESJ (37), tersangka dalam kasus penipuan bermodus penerimaan CPNS P3K di Kabupaten Bantul. Total kerugian dari hasil penipuan ini mencapai Rp250 juta.

Wadir Reskrimum Polda DIY AKBP Tri Panungko mengatakan, ada tiga laporan penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh tersangka ESJ. Laporan ini dilakukan sejak 24 Maret 2022 lalu.

Tri menyampaikan tersangka ESJ ini merupakan seorang anggota DPRD Kabupaten Bantul. Saat melakukan penipuan dan penggelapan itu, tersangka juga masih berprofesi sebagai anggota DPRD Kabupaten Bantul.

"Status tersangka adalah oknum anggota DPRD Kabupaten Bantul dan masih menjabat. Modus operandinya tersangka menawarkan untuk membantu dan meloloskan korban agar bisa masuk di seleksi CPNS P3K Kabupaten Bantul pada 2019 lalu," kata Tri, Senin 3 Oktober 2022 di Polda DIY.

2 dari 2 halaman

Korban Penipuan

Tri menuturkan pelapor pertama atas nama Harjiman. Pelapor pada 25 Oktober 2019 lalu anaknya ditawari menjadi CPNS P3K Kabupaten Bantul oleh tersangka. Tersangka, lanjut Tri, meminta uang sebagai biaya sebesar Rp75 juta.

Kemudian pada tanggal 28 Oktober 2019, pelapor menyerahkan uang dan diterima oleh tersangka setelahnya dibuatkan kuitansi.

"Kemudian ternyata dari informasi awal tahun 2019 tidak ada penerimaan pegawai P3K di Kabupaten Bantul. Pelapor merasa tertipu dan berusaha melakukan klarifikasi. Pelapor meminta uangnya kembali namun tersangka berbelit, susah ditemui dan tidak mengembalikan uang milik pelapor," ucap Tri.

Tri mengungkapkan pelapor kedua adalah Sutarno. Saat itu pelapor meminta bantuan tersangka untuk meloloskan anaknya menjadi CPNS guru di Kabupaten Bantul. Tersangka, lanjut Tri meminta biaya sebesar Rp250 juta namun pelapor baru memberikan DP sebesar Rp50 juta.

"Saat pengumuman, anak pelapor tidak diterima sebagai CPNS guru SD. Tanggal 1 Juli 2019, pelapor mendatangi tersangka untuk meminta kembali uang DP dan ijazah anaknya. Namun hanya dikembalikan Rp10 juta dan sisanya tidak dikembalikan," papar Tri.

Pelapor ketiga adalah Agus Sumarto dijanjikan oleh tersangka anaknya bisa lolos tes CPNS. Saat itu, tersangka meminta uang Rp250 juta sebagai biaya dan oleh pelapor sudah memberikan DP Rp150 juta. Namun ternyata anak pelapor tetap tidak lolos.

Tri menambahkan dari tangan tersangka pihaknya mengamankan barang bukti. Di antaranya kuitansi, rekening koran dan kartu tes CPNS.

"Tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal 4 tahun penjara," tutup Tri.

Baca juga:
Berkedok Penerimaan CPNS, PNS Lhokseumawe Tipu 22 Warga hingga Rp2,5 Miliar
Kasus Penipuan Rekrutmen CPNS, Olivia Nathania Divonis Tiga Tahun Penjara
Anak Nia Daniaty Segera Disidang di PN Jaksel Perkara Penipuan CPNS
Tipu Warga Urus Administrasi hingga Jutaan Rupiah, Pecatan ASN Diamankan Polisi
CEK FAKTA: Waspada Surat Palsu Pengangkatan Guru Honorer Tahun 2022
Seorang Residivis Asal Sragen Jadi Dokter Gadungan Berdalih Bisa Bantu Masuk CPNS

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini