Anggota DPR nilai tidak tepat penumpang buka jendela Lion Air dipolisikan
Merdeka.com - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Syarif Abdullah Alkadrie menilai keputusan pihak Lion Air melaporkan penumpang yang membuka jendela darurat saat insiden di Bandara Supadio, Pontianak ke polisi kurang tepat. Pihak Lion, kata Syarif seharusnya melihat alasan penumpang tersebut membuka jendela darurat karena panik lantaran ada penumpang lain bercanda bawa bom.
"Harusnya lihat sebab, namanya orang menyelamatkan diri dia shock. Seharusnya tidak gara-gara itu dipolisikan kurang tepat," kata Syarif saat dihubungi merdeka.com, Selasa (29/5).
Syarief mengakui, untuk membuka jendela darurat membutuhkan instruksi awak kabin pesawat. Namun, pihak maskapai seharusnya menyadari penumpang tersebut hanya ingin menyelamatkan diri.
"Namanya orang lagi panik dia ingin lebih cepat," tegasnya.
Untuk itu, Syarief menyarankan pihak maskapai Lion Air lebih arif dan bijak dalam merespons penumpang yang membuka jendela darurat.
"Harus arif pihak maskapai Lion untuk melakukan tindakan tersebut," tandas Syarif.
Diketahui, Lion Air mempolisikan penumpang yang membuka jendela darurat saat insiden di Bandara Supadio, Pontianak. Penumpang tersebut membuka jendela darurat di sebelah kanan tanpa instruksi awak kabin.
"Dalam penerbangan tersebut, ada seorang penumpang yang bergurau membawa bom, namun ini tidak serta merta dijadikan alasan untuk membuka jendela darurat," kata Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air dalam keterangan persnya, Senin (28/5) malam.
Pihak Lion Air menjelaskan saat ini orang yang membuka pintu tersebut telah diperiksa oleh petugas kepolisian.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya