Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anggaran membengkak, pembangunan RSUD di Solo molor

Anggaran membengkak, pembangunan RSUD di Solo molor FX Hadi Rudyatmo. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Semanggi, Pasarkliwon, Solo molor dari target. Karena seharusnya rumah sakit itu sudah selesai dikerjakan pada awal Agustus lalu.

Sejumlah kendala yang ada membuat proses lelang belum bisa dilakukan. Bahkan anggaran yang direncanakan hanya sebesar Rp 100 juta, kini membengkak menjadi Rp 200 juta.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan, molornya pembangunan disebabkan antara lain adanya perubahan desain. Pada awalnya rumah sakit yang berada di selatan Kota Solo itu akan dilengkapi dengan lantai basement. Namun kemudian diputuskan dibangun tanpa basement.

"Adanya perubahan ini proses lelang jadi terlambat diselenggarakan," katanya di Solo, Selasa (5/9).

Dia menjelaskan, selain desain pihaknya juga membutuhkan waktu untuk merevisi rencana anggaran belanja (RAB) pembangunan RSUD dari Rp 100 miliar menjadi Rp 200 miliar.

"Penghitungan anggaran saat ini kebutuhan dana membengkak hingga dua kali lipat," ujarnya.

Pemkot berencana membangun RSUD Semanggi Solo guna meratakan layanan kesehatan bagi warga. Pembangunan itu direncanakan berlangsung multiyear selama tiga tahun anggaran 2017, 2018 dan 2019.

Sementara itu, Wali Kota FX Hadi Rudyatmo beralasan, molornya penuntasan tender proyek berimbas terhadap dimulainya pembangunan RSUD. Untuk itu, dia meminta pelaksanaan lelang dipercepat.

Dia meminta pembangunan RSUD harus dilakukan sesuai waktu. Sebab, dirinya menargetkan, RSUD Semanggi bisa beroperasi mulai 2019.

"Akhir tahun anggaran 2017 tinggal tiga bulan. Kami harap lelang segera dilakukan. Lelang singkat selama 18 hari bisa menjadi solusi atas keterlambatan tersebut," tutup Rudyatmo. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP