Alasan Polri Belum Gelar Sidang Etik Brigjen Hendra Kurniawan

Selasa, 27 September 2022 08:43 Reporter : Nur Habibie
Alasan Polri Belum Gelar Sidang Etik Brigjen Hendra Kurniawan Seali Syah, Istri Brigjen Hendra Kurniawan. ©Instagram @sealisyah

Merdeka.com - Polri hingga kini belum menggelar sidang kode etik terhadap Brigjen Hendra Kurniawan (HK). Mantan Karopaminal Div Propam Polri ini telah menjadi tersangka terkait Obstruction of Justice (OJ) atau menghalang-halangi penyidikan atas kematian Brigadir J alias Nofryansyah Yoshua Hutabarat.

Kabagpenum Div Humas Polri, Kombes Nurul Azizah mengatakan, pihaknya belum mendapatkan informasi kapan sidang kode etik terhadap Hendra Kurniawan akan dilakukan.

"Brigjen HK belum, untuk tepat Brigjen Pol HK nanti kami sampaikan apabila kami sudah mendapatkan jadwal yang pasti," katanya di Jakarta, Selasa (27/9).

2 dari 4 halaman

Dia menjelaskan, dalam melakukan persidangan itu adanya sebuah kepanitiaan yang dibentuk terlebih dahulu. Namun, Nurul mengaku belum mengetahui apakah itu sudah disetujui atau belum.

"Karena di dalam sidang kan ada kepanitiaan dibentuk itu untuk kepanitiaannya, apa sudah disetujui apa belum nanti kami update. Kalau sudah ada update," terangnya.

Lalu, untuk alasan lainnya karena salah satu saksi yang akan dihadirkan dalam persidangan etik terhadap Hendra ini tidak bisa hadir.

"Kemarin kan alasannya karena salah satunya saksinya masih belum bisa hadir. Nah kemudian nanti kita tunggu beberapa hari ke depan, sebagaimana disampaikan Pak Kadiv mudah-mudahan minggu ini bisa dilaksanakan," ungkap Nurul.

3 dari 4 halaman

Polri telah menetapkan lima orang tersangka atas kasus tewasnya Brigadir J alias Nofryansyah Yoshua Hutabarat. Kelima orang itu yakni Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, Bharada Richard Eliezer, Kuat Maruf dan Putri Candrawathi.

Dalang atau otak dibalik pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir J ini adalah Ferdy Sambo. Oleh karena itu, ia pun bersama dengan tiga orang tersangka lainnya, Bripka Ricky Rizal, Kuat Maruf dan Putri Candrawathi dikenakan Pasal 340 subsider Pasal 338 Juncto Pasal 55 dan Pasal 56.

Sedangkan, untuk Bharada Richard Eliezer sendiri hanya dikenakan Pasal 338 saja.

Meski sudah menjadi tersangka, Putri belum dilakukan penahanan. Sedangkan, Ferdy Sambo ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Lalu, untuk Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf ditahan di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

4 dari 4 halaman

Tersangka Obstruction Of Juctice

Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suheri menambahkan, pihaknya telah menyita sejumlah barang bukti terhadap dugaan tindak pidana yang dilakukan enam polisi tersebut. Mereka diduga berupaya menghalangi penyidikan lewat pengaburan keberadaan CCTV di sekitar TKP.

"Untuk Pasal yang disangkakan yaitu Pasal 32 dan 33 UU ITE dan juga Pasal 221, 223 KUHP dan juga 55 56 KUHP," kata Asep.

Berikut lengkapnya:

1. Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo
2. AKP Irfan Widyanto Kasubnit I Subdit III Dittipidum
3. Mantan Karopaminal Divisi Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan
4. Mantan Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri Kombes Agus Nurpatria
5. Mantan Wakaden B Biropaminal Divisi Propam Polri AKBP Arif Rahman Arifin
6. Mantan Ps. Kasubbag Riksa Baggak Etika Rowabprof Divpropam Polri Kompol Baiquni Wibowo
7. Mantan PS Kasubbagaudit Baggak Etika Rowabprof Divisi Propam Polri Kompol Chuk Putranto. [fik]

Baca juga:
Pekan Ini, Kejagung Beberkan Hasil Teliti Berkas Perkara Sambo Cs
Sempat Sakit, AKBP Arif Rahman Hadir di Sidang Etik Ipda Arsyad Daiva
Kejagung Selesaikan Berkas Perkara Ferdy Sambo Cs Pekan Ini
Sempat Ditunda, Sidang Etik Ipda Arsyad Terkait Kasus Brigadir J Digelar Hari Ini
LPSK Buka-Bukaan Alasan Tolak Beri Perlindungan pada Putri Candrawathi
LPSK Sebut Putri Candrawathi Pemohon Terunik: Butuh Perlindungan, Tapi Tidak Antusias

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini