Aksi Prank Youtuber, Ferdian Paleka Dinilai Butuh Pengakuan tapi Kemampuan Minim
Merdeka.com - Akademisi Fakultas Psikologi dan Pendidikan Univ, Al Ahzar Indonesia, Fitriani menilai konten-konten kontroversial negatif yang dilakukan oleh para remaja, karena kurangnya perhatian.
Termasuk kasus youtuber Ferdian Paleka yang telah diamankan kepolisian, akibat konten prank bungkusan sembako berisi sampah kepada dua waria di Bandung.
"Secara umum, orang yang ingin cepat terkenal/viral dengan menghalalkan segala cara. Dapat dikatakan bahwa di satu sisi ia butuh pengakuan yang besar dari lingkungannya karena kurang perhatian," tutur Fitri saat dihubungi merdeka.com, Jumat (8/5).
Fitri menambahkan bahwa faktor lain penyebab keinginan orang mencari sensasi dengan instant, karena terbatasnya kemampuan yang bisa dibanggakan serta daya kontrol diri lemah.
"Kondisi pada remaja atau orang yang belum memiliki kematangan psikologis, memiliki kebutuhan yang besar untuk menjadi pusat perhatian," kata Fitri.
"Termasuk pada orang-orang yang membuat video tidak etis dan bahkan amoral. Bisa jadi mereka akhirnya mengambil jalan pintas untuk ngetop, tapi bukan dari potensinya, malah dengan cara lain (walaupun negatif). Asalkan dapat cepat menjadi pusat perhatian atau ngetop," sambungnya.
Oleh sebab itu, dia menerangkan bahwa secara psikologi para pembuat konten menyimpang tersebut, karena perkembangan id (nafsunya besar). Hingga tidak terkontrol dirinya dan kemampuan yang dibanggakan pun minim.
Fitri pun setuju jika kepolisian mengambil langkah pencegahan tipe A dengan langsung bertindak tanpa laporan, berdasarkan hasil viral media sosial.
"Itu bagus juga untuk membuat jera pelaku dan efek jera bagi yang lainnya. Asal standar dan prosedur penangkapan oleh polisi perlu jelas, supaya polisi tidak sembarangan menindak orang," imbuhnya.
Pesan Buat Ferdian Paleka
Sementara itu, Fitri menyayangkan atas konten yang dilakukan Ferdian Paleka yang melecehkan waria dengan paket sampahnya.
"Itu bagaimanapun tidak bisa dibenarkan, karena walau bagaimana waria itu juga sesama manusia yang perlu dihargai. Intinya, kita perlu menghargai sesama manusia, walau terhadap waria sekalipun," imbaunya.
"Waria itu perilakunya memang perlu disembuhkan, tetapi dia juga tetap manusia yang perlu dihargai," tambahnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya