Aksi Persuasif TNI Kendalikan Kerusuhan Lapas Hinai
Merdeka.com - Kerusuhan di Lapas Hinai, Langkat, sudah terkendali. Kondisi ini tidak terlepas dari pendekatan yang dilakukan personel TNI yang diterjunkan ke lokasi.
Para napi sebelumnya mengamuk, menguasai dan merusak Lapas. Mereka juga mengejar petugas yang diduga menganiaya rekannya yang kedapatan menggunakan sabu-sabu. Personel kepolisian sempat berupaya mengendalikan situasi. Namun para napi melawan petugas kepolisian.
Tak lama berselang personel Yonif-8 Marinir dan Kodim Langkat tiba di lokasi. Belakangan personel Raider 100 juga sampai. Mereka berhasil menenangkan para tahanan dan napi.
Bahkan tukang sate yang ada di luar kompleks, dibawa masuk ke Lapas. Si pedagang pun bebas berdagang di dalam penjara itu. Sementara para napi dan tahanan juga tampak berebutan membeli sate.
"Niatnya 1, kita ini persuasif menganggap mereka itu bukan musuh mereka itu adalah sebagian dari saudara kita yang sedang menyelesaikan masalah mereka," kata Letkol (Mar) Danang Ary Setiyawan, Danyonif-8 Marinir.
Upaya persuasif itu dilakukan dengan mendengarkan aspirasi para napi dan tahanan. Para napi kemudian dibujuk untuk berkumpul di lapangan yang ada di dalam Lapas. Keluhan mereka didengarkan, di antaranya soal perlakuan semena-mena sipir.
"Ternyata mereka ini cuma tinggal diarahkan saja karena mereka kita anggap bukan musuh, mereka menganggap kita ya teman," ucap Danang.
Dia menyatakan personel TNI tetap akan mendukung tugas Polri mengamankan lokasi. Mereka akan siap jika diminta membantu pengamanan.
Hingga menjelang tengah malam, personel Yonif-8 Marinir masih berjaga di depan Lapas Hinai. Tak ada suara dari dalam penjara. Sementara personel kepolisian berjaga di ring lebih jauh.
Seperti diberitakan, kerusuhan terjadi di Lapas Narkotika Kelas III Hinai, Langkat, Sumut, Kamis (16/5) siang. Seratusan narapidana dilaporkan melarikan diri.
Napi dan tahanan mengamuk dan merusak kendaraan di Lapas karena emosi melihat rekan mereka disiksa sipir. Sejumlah mobil dan sepeda motor terbakar.
Kaca-kaca di Lapas juga berpecahan. Begitu juga dengan rumah-rumah pegawai Lapas yang ada di depan. Meski banyak yang tak melarikan diri, seratusan narapidana diperkirakan memilih kabur. Sebanyak 90-an orang sudah tertangkap kembali.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya