AJI sarankan kasus Dandhy diadukan ke Dewan Pers

Minggu, 17 September 2017 15:00 Reporter : Syifa Hanifah
AJI sarankan kasus Dandhy diadukan ke Dewan Pers Dandhy Dwi Laksono. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menilai kasus yang menimpa Dandhy Dwi Laksono tidak tepat jika dilaporkan ke Polda Jawa Timur. Ketua AJI Suwarjono menegaskan seharusnya pelapor yakni Dewan Pengurus Daerah Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Jawa Timur melaporkan ke Dewan Pers.

Suwarjono menekankan apa yang ditulis oleh Dandy dikategorikan sebagai karya jurnalistik, dan bukan termasuk kategori penghinaan. Tulisan itu hanya bernada kritik.

"Dan ini bagian yang kritik sangat tidak layak dilaporkan ke kepolisian karena faktanya sangat kurang," ungkapnya di Kantor AJI, Minggu (17/9).

Maka dari itu, AJI mendorong untuk dilaporkan ke dewan pers dan diuji melalui uji standar kode etik jurnalistik dewan pres. Langkah itu dianggap lebih pas dibanding ke Kepolisian.

"Kami sangat siap untuk membantu karena Bang Dandy juga sangat siap mempertanggung jawabkan apa yang dia tulis. Dikriminalisasi itu yang kami tidak sempakat," tegasnya.

Seperti diketahui, akun media sosial Facebook bernama Dandhy Dwi Laksono, dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Timur oleh Dewan Pengurus Daerah Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Jawa Timur yang merupakan organisasi sayap PDIP.

Dandhy menulis status terkait pernyataan Megawati Soekarnoputri soal petugas partai, saat Joko Widodo terpilih sebagai presiden, juga mengenai data 1.083 warga Papua yang ditangkap di Pemerintahan Megawati.

Dari status tersebut, Dandhy juga menjelaskan seolah Megawati, Jokowi telah melakukan perbuatan jahat kepada warga Papua dan membandingkannya dengan pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi. [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini