Airlangga Tekankan Penurunan BOR dan Akselerasi Vaksinasi di Sulteng

Dia menyarankan, Sulteng untuk menambah tempat tidur RS Rujukan Covid-19 dan fasilitas isolasi terpusat. Masukan ini dikarenakan tingkat keterisian RS di Sulteng masih tinggi.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Airlangga Tekankan Penurunan BOR dan Akselerasi Vaksinasi di Sulteng
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. ©2021 Merdeka.com

Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti kasus Covid-19 yang masih tinggi di Sulawesi Tengah. Padahal, menurutnya, PPKM telah membuahkan dampak positif terhadap penularan kasus Covid-19 di Sulawesi.

Airlangga berdiskusi dengan sejumlah kepada daerah dan forkompimda Sulteng membahas tantangan dan upaya percepatan penanganan virus asal Wuhan tersebut. Dia menilai formulasi penanganan Covid-19 di Sulteng harus sampai ke posko-posko.

Dia menyarankan, Sulteng untuk menambah tempat tidur RS Rujukan Covid-19 dan fasilitas isolasi terpusat. Masukan ini dikarenakan tingkat keterisian RS di Sulteng masih tinggi.

Provinsi Sulawesi Tengah berada pada Level Asesmen TK-4, dengan total kasus kumulatif sampai dengan 25 Agustus 2021 sebanyak 40.617 kasus, total sembuh 31.527 kasus, tingkat kesembuhan 77,62%, dan tingkat kematian 3,13%.

BOR di Provinsi Sulawesi Tengah tingkat keterisiannya 51%. Kabupaten Poso memiliki BOR paling tinggi (70%), disusul dengan Kota Palu (62%). Sebanyak 10 Kabupaten/Kota BOR

“Dengan kunjungan ini, kami menargetkan pada PPKM ke depan Sulawesi Tengah dapat turun ke Level 3. Upaya yang harus dilakukan tinggal sedikit lagi, karena angka mobilitas sudah turun dan tingkat kasus aktif sudah turun ke tingkat 2, hanya saja tingkat BOR di Sulawesi Tengah yang masih tinggi. Tinggal menambah jumlah konversi tempat tidur dan memanfaatkan IsoTer," kata Airlangga dalam siaran persnya, Sabtu (28/8).

Ketum Golkar itu juga menyoroti vaksinasi di Sulteng yang masih di bawah standar nasional. Jumlah vaksinasi Covid-19 di Sulteng baru 17,48 persen dari rata-rata nasional 28,53 persen.

"Terkait dengan capaian vaksinasi dosis pertama, hanya Kota Palu dan Morowali yang capaiannya sudah di atas nasional. Masih terdapat 7 Kabupaten/Kotayang capaian vaksinasinya masih di bawah 10%, sehingga perlu segera dilakukan upaya percepatan vaksinasi," imbuh Airlangga.

Dalam penanganan Covid-19, kata Airlangga, vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan harus seiring sejalan. Dia mendorong Pemprov Sulteng mempercepat vaksinasi agar mencapai target yang ditetapkan Presiden Jokowi.

"Vaksinasi Covid-19 dan peningkatan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan Pro-Kes harus dilaksanakan secara bersama. Percepatan vaksinasi terus didorong agar bisa mencapai target, sebagaimana arahan Presiden Jokowi bahwa vaksinasi harus terus dipercepat hingga lebih dari 2 juta suntikan per hari," tutup Airlangga.

Rekomendasi