Ahli toksikologi Australia tegaskan Mirna tak tewas karena sianida

Ahli toksikologi Australia tegaskan Mirna tak tewas karena sianida. Ahli toksikologi forensik Australia Michael Robertson datang ke Indonesia untuk bersaksi di persidangan kematian Mirna yang diduga karena racun sianida. Michael telah memberikan keterangannya sesuai dengan keahliannya dalam bidang toksikologi forensik.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Ahli toksikologi Australia tegaskan Mirna tak tewas karena sianida
Sidang Jessica. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Ahli toksikologi forensik Australia Michael Robertson datang ke Indonesia untuk bersaksi di persidangan perkara kematian Mirna yang diduga karena racun sianida. Michael telah memberikan keterangannya sesuai dengan keahliannya dalam bidang toksikologi forensik.Dalam kesaksiannya, Michael mengatakan kematian Mirna bukan karena sianida. Kesaksian itu sontak membuat Jaksa Penuntut Umum (JPU) mempertanyakan pernyataan ahli dari Universitas Monash tersebut. Jaksa menanyakan bila tidak ditemukan sianida di lambung, apakah tidak bisa disimpulkan jika seseorang mengalami keracunan."Tidak, tanpa adanya sianida di lambung atau urin, maka tidak ada bukti toksikologi orang keracunan," kata Michael saat persidangan di ruang sidang Koesoemah Atmadja 1 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (21/9).Michael melanjutkan, jika kandungan asam atau PH yang lebih tinggi di lambung seseorang, bisa disebabkan karena hal lain. Mendengar jawaban itu JPU pun menanyakan adanya kafein di hati, urin, dan empedu tidak bisa membuktikan adanya sianida atau zat lainnya di tubuh."Kafein akan dijumpai pada jaringan tubuh orang yang minum kopi dan teh," kata Michael.Michael mengaku jika dilihat dari gejala, memang memungkinkan Mirna mengalami keracunan. Namun, dia menepis tudingan racun mematikan itu masuk melalui mulut korban."Tapi bukti toksikologi tidak menunjukkan sianida masuk lewat mulut," tutupnya.

Rekomendasi