Ada Rangkaian Yadnya Kasada Suku Tengger, Wisata Gunung Bromo Mulai Ditutup
Merdeka.com - Suku Tengger menggelar serangkaian upacara ritual Hari Raya Yadnya Kasada 2023. Sesuai kalender Tengger, puncak ritual akan jatuh besok pada Minggu dan Senin, 4 sampai 5 Juni 2023.
Selama proses ritual berlangsung, wisata Gunung Bromo ditutup total untuk sementara. Penutupan mulai Sabtu (3/6) pukul 18.00 WIB sampai Senin (5/7) pukul 18.00 WIB.
"Penutupan kegiatan wisata Gunung Bromo dalam rangka pelaksanaan rangkaian Upacara Ritual Yadnya Kasada tersebut," tegas Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS Septi Eka Wardhani, Sabtu (3/6).
Penutupan dari arah Probolinggo dilakukan di Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, dari arah Pasuruan ditutup di Pakis Bincil, Desa Wonokitri Kecamatan Tosari, dan dari arah Malang dan Lumajang ditutup di Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo.
Sementara Wisata Gunung Bromo akan dibuka kembali Selasa (6/6) pukul 00.01 WIB.
Upacara Ritual Yadnya Kasada merupakan upacara adat Hari Raya masyarakat Tengger penganut Hindu Dharma. Upacara dilaksanakan pada hari ke-14 bulan Kasada menurut penanggalan tradisional masyarakat Tengger. Masyarakat akan menggelar sesembahan berupa sesaji kepada Sang Hyang Widhi, sebagai manifestasi dari Batara Brahma.
Asal usul Upacara Kasada sendiri erat kaitannya dengan legenda Rara Anteng dan Jaka Seger. Kedua sosok tersebut dipercaya sebagai nenek moyang Suku Tengger. Nama Tengger juga berasal dari gabungan nama Anteng dan Seger.
Keturunan Rara Anteng dan Jaka Seger selalu memberikan sesembahan setiap bulan Kasada hari ke-14, yang sekarang dikenal Upacara Kasada atau Yadnya Kasada.
"Tujuan Upacara Yadnya Kasada sebagai rasa syukur Masyarakat Tengger dengan memberikan sesembahan kepada para Dewa sebagai bentuk penghormatan. Selain memohon agar hasil panen selalu berlimpah, serta dijauhkan dari musibah dan bahaya," jelasnya.
Proses upacara dimulai pada Sadya Kala Puja dan berakhir pada Surya Puja. Masyarakat Tengger pada saat itu beramai-ramai menuju Gunung Bromo untuk mengantarkan sesaji berupa hasil ternak dan pertanian ke Pura Luhur Poten Agung.
Selama pelaksanaan, Rama Dukun Pandita akan merapal Japa Mantera, yang isinya mendoakan keselamatan seluruh alam semesta.
Sementara menjelang perayaan Yadnya Kasada masyarakat mendahului dengan ritual Mendhak Tirta, yaitu pengambilan air suci dari lima lokasi yang sudah ditentukan. Lima lokasi tersebut yaitu Air Terjun Madakaripura, Goa Widodaren, Pura Rondo Kuning, Mata Air Sumber Pitu dan Mahameru.
"Rombongan masyarakat Tengger berbondong-bondong menuju titik untuk pengambilan air suci. Beberapa sesaji hasil bumi dibawa untuk diberikan doa-doa di tempat suci dengan maksud minta izin ke Sang Hyang Widiwasa untuk mengambil air suci di lokasi tersebut," urainya.
Mendhak Tirta telah dimulai sejak Jumat (2/6) kemarin. Air suci yang diambil dari lima sumber mata air berbeda tersebut selanjutnya dikirab dan dibawa ke Pura Luhur Poten yang berlokasi di Gunung Bromo. Air tersebut sebagai salah satu perlengkapan upacara Yadnya Kasada.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya