Ada Alquran berlapis emas berusia 250 tahun di Palembang
Merdeka.com - Kemas Haji Andi Syarifuddin (46) tak menyangka koleksi Alquran berlapis emas 18 karat miliknya kini bersejarah. Alquran itu merupakan warisan turun-temurun dari nenek moyangnya.
Andi menceritakan, menerima Alquran itu dari orangtuanya saat masih kuliah tahun 1990 lalu. Sepengetahuannya, Alquran itu telah berusia 250 tahun, peninggalan penghulu di masa Kesultanan Palembang Darussalam.
"Alhamdulillah, saya ada sepuluh Alquran bersejarah, ada dua yang berlapis emas," ungkap Andi di Palembang, Selasa (13/6).

Pria yang juga imam Masjid Agung Palembang itu mengatakan, ada beberapa perbedaan Alquran itu dengan yang lain. Yakni, berlapiskan emas 18 karat di tiga bagian, diantaranya di halaman depan Surat Al-Fatihah, Surat Al-Kahfi, dan halaman akhir, tepatnya di Surat An-Nas.
"Sudah diuji, halaman-halaman itu dilapisi emas 18 karat," ujarnya.
Selain itu, kata dia, tulisan di dalamnya bukan menggunakan mesin cetak, melainkan tulisan tangan dengan tinta emas. Sedangkan kertas Alquran itu berasal dari Eropa.
"Secara ukuran masih sama dengan Alquran yang ada sekarang, cuma nilai sejarah dan penulisan yang berbeda," kata dia.

Ditukar kolektor Malaysia dengan haji
Andi mengaku banyak pengalaman unik selama menyimpan Alquran tersebut. Salah satunya sempat ditawari warga Malaysia dengan ditukar biaya haji.
Tawaran itu saat mengikuti pameran kitab bersejarah di Bima, Nusa Tenggara Barat, tahun 2015. Namun, tawaran itu ditolaknya karena ingin menyimpan kitab suci dengan usia tua itu.
"Waktu itu saya belum haji, dapat tawaran begitu, tapi saya tolak saja, memang tujuannya tidak dijual," kata dia.
Dia berharap, Alquran berlapis emas tetap dijaga oleh penerusnya kelak. Hanya saja, kondisinya kini mulai kusam dan rusak. "Namanya juga sudah tua, tapi masih bisa terbaca jelas," pungkasnya. (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya