ABG Habisi Bocah, Psikolog Duga Pelaku Punya Obsesi Membunuh
Merdeka.com - Seorang anak baru gede (ABG) berinisial NF (15 tahun) membunuh tetangganya bocah berusia enam tahun. Polisi menyebut pelaku tidak menyesali perbuatannya dan justru merasa puas.
Psikolog Kasandra Putranto menduga pelaku memiliki imajinasi dan terobsesi dengan pembunuhan. Indikasi itu dilihat dari temuan buku catatan milik pelaku yang berisi ujaran aktivitas seksual 'bondage' dan hingga pernyataan tentang niatan membunuh. Menurutnya, dari catatan tersebut juga terlihat bahwa pelaku sudah merencanakan pembunuhan.
"Catatan dan gambar menunjukkan bahwa pelaku sudah memiliki imajinasi sebelumnya, sehingga patut diduga bahwa yang bersangkutan memiliki obsesi terhadap aktivitas membunuh dan merencanakan pembunuhan itu," ujar Kasandra kepada wartawan, Sabtu (7/3).
Kasandra enggan mengomentari lebih jauh terkait faktor psikologis pelaku. Namun, menurutnya, perilaku tersebut sangat erat kaitannya sebagai faktor pemicu.
"Karena saya belum memeriksa jadi saya tidak bisa memberikan komentar banyak tentang kasus ini, hanya sebatas bahwa umumnya kasus pembunuhan sangat erat kaitannya dengan faktor psikologis pelaku, kompleksitas situasi yang menyertai serta dipengaruhi oleh faktor pemicu," ujarnya.
Dia menilai, harus dilakukan otopsi psikologis dan profiling kepada pelaku. Agar mengetahui faktor penyebab dan pemicu pelaku melakukan pembunuhan.
"Ketika ada korban tewas, harus dilakukan otopsi psikologis dan cek minyak profiling untuk mengetahui dinamika kasus dan terutama motif pembunuhan selain faktor penyebab dan pemicu," kata Kasandra.
Kronologi Pembunuhan
Anak baru gede (ABG) 15 tahun berinisial NF mendatangi Polsek Taman Sari, Jumat (7/3) mengaku telah membunuh seorang anak perempuan usia 6 tahan dan menaruh mayatnya di dalam lemari. Kabid Humas Polda Metro Jakarta, Kombes Yusri Yunus mengatakan, menurut pengakuan NF dirinya memiliki hasrat untuk membunuh seseorang.
Hasrat tersebut membuncah kala rumah NF kosong dan di saat yang bersamaan ada korban yang main ke kediamannya.
"Timbul rasanya ingin membunuh dan pada saat melihat korban, korban dipanggil untuk diambilkan mainan di bak mandi," kata Yusri di Mapolres Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020).
Akhirnya karena sudah terbiasa bermain di sana, korban menuruti permintaan pelaku. Yusri menerangkan, karena akan basah-basahan korban pun sempat membuka celananya.
"Pada saat di bak ditenggelamkan sampai lima menitan," terang dia.
Saat menenggelamkan korban, supaya tidak berteriak korban di sumpal mulutnya dengan kedua jari pelaku. Hal ini hingga mulut korban mengalami pendarahan.
"Lalu diangkat dimasukkan ke dalam ember, lalu ditutup pakai seprai," jelasnya.
Setelah itu ada niatan ingin membuang mayat korban, namun NF merasa takut akan ketahuan. Berhubung di daerah itu sempit dan padat akan penduduk.
Sembunyikan Mayat Korban
Kamis malam (5/3), NF akhirnya membawa korban yang berada di ember tersebut ke kamarnya dan dimasukkan ke dalam lemari. Korban yang masih di dalam ember itu pun diikat serta disumpal mulutnya dengan tisu kemudian ditutupi dengan pakaian di dalam lemari.
"Malam hari dia masih tidur di kamar. Besok pagi dia berangkat sekolah kemudian dia membawa baju biasa," kata Yusri.
Baru setelah Jumat pagi (6/3/2020) NF mengaku kepada polisi bahwa dirinya telah membunuh seorang bocah.
Awalnya polisi tidak mempercayai atas pengakuan pelaku. Namun polisi pun mengecek ke TKP yang berada di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat dan benar saja, kata Yusri di dalam lemari ada mayat yang tengah diikat.
"Dari Polsek dan Polres mengecek ke TKP ternyata memang betul ada seorang mayat anak perempuan 6 tahun terikat dan mulut disumpal dengan tisu," jelasnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya