7 Wisatawan Hilang Terseret Ombak, Anggota DPRD Minta SOP di Tempat Wisata

Senin, 10 Agustus 2020 01:42 Reporter : Purnomo Edi
7 Wisatawan Hilang Terseret Ombak, Anggota DPRD Minta SOP di Tempat Wisata Wisatawan Hilang Terseret Ombak. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - 7 orang wisatawan terseret ombak saat tengah bermain di Pantai Goa Cemara, Kabupaten Bantul, DIY pada Kamis (6/8). Dari 7 wisatawan ini 6 ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan satu masih dalam pencarian.

7 orang wisatawan yang terseret ini merupakan warga Kabupaten Sleman. Menanggapi musibah di tempat wisata ini, anggota DPRD Kabupaten Sleman, Raudi Akmal meminta adanya standar operasional prosedur (SOP) bagi wisatawan di tempat wisata.

Raudi yang berasal dari Fraksi PAN ini menyampaikan jika dirinya sempat datang ke lokasi untuk memantau proses evakuasi para korban. Selain itu, dirinya juga sempat bertemu dengan para keluarga korban di rumah duka.

“Kami di sana (rumah duka)bertemu kakak korban dan memberikan dukungan moral, kami menyampaikan bahwa pasti ada hikmah di balik peristiwa ini. Sebelumnya kami juga telah mendatangi lokasi kejadian untuk memantau pencarian dan menemui relawan,” ujar Raudi, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (9/8).

Raudi menerangkan mitigasi bencana di kawasan wisata harus disiapkan untuk meminimalisasi timbulnya korban. Mengingat kejadian kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa terjadi beberapa kali di wilayah DIY termasuk di Sleman. Mitigasi bisa dilakukan melalui proses edukasi kepada para pengunjung.

"Mitigasi bencana harus disiapkan, melalui edukasi kepada masyarakat dan tempat wisata. Bagaimana mitigasi bencana ketika itu sangat perlu di tempat wisata, belum lama ini ada kejadian di Turi dan di kali Progo sedang mancing terus hanyut,” ungkap Raudi.

Raudi mendesak agar pemerintah membuat standar operasional prosedur (SOP) di tempat wisata yang harus dipatuhi oleh para pengunjung. SOP berkunjung ini sangat penting terutama di lokasi wisata yang ada potensi bahaya. Selain bagi wisatawan pelatihan mitigasi dan SOP juga harus diberikan pada para pelaku atau operator wisata.

“Pemerintah harus concern di dalam pencegahan agar tidak muncul korban ketika berada di tempat tempat yg berpotensi yg menimbulkan bahaya. Oleh karena itu harus membuat SOP di tempat wisata dan pelatihan mitigasi di seluruh warga terutama di lokasi lokasi wisata yg berpotensi menimbulkan bahaya,” tegas Raudi. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Wisata Jogja
  3. Yogyakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini