7 Pengungsi Gempa Palu di Maratua Keracunan Kerang, Satu Meninggal Dunia
Merdeka.com - Tujuh warga pengungsi asal Palu, di Pulau Maratua, Berau, Kalimantan Timur, mengalami keracunan usai menyantap kerang. Satu di antaranya meninggal dunia, saat dirawat di Puskesmas Maratua.
Keterangan diperoleh merdeka.com, peristiwa itu terjadi Selasa (20/11) siang. Satu keluarga pengungsi Palu yang pergi ke rumah keluarganya di Maratua, usai mengambil kerang di pantai Maratua.
"Warga itu kemudian masak sendiri di rumah. Mereka satu keluarga, pengungsi Palu," kata Camat Maratua, Marsudi, dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (22/11).
Belakangan, usai menyantap kerang, 7 orang di rumah itu diduga keracunan, dan dilarikan ke Puskesmas di sore harinya. "Iya, satu orang meninggal. Ibu-ibu, usia sekitar 60 tahun, dimakamkan Rabu (21/11) kemarin. Enam orang lainnya sehat, sudah pulang ke rumah masing-masing," ujar Marsudi.
Sejauh ini, menurut Marsudi, warga Maratua relatif tidak mengalami keracunan parah saat menyantap kerang yang diambil di Maratua. "Biasanya pusing-pusing, sedikit mual, dinetralisir dengan air kelapa," tambahnya.
"Cuma memang, ini lagi musim bertelur. Kalau kerang musim bertelur, tidak boleh diambil dan dikonsumsi. Karena, kandungan racunnya tinggi," terang Marsudi.
Ketujuh warga Palu yang mengungsi di Maratua itu, lanjut Marsudi, disebabkan rumah mereka pascagempa lalu, belum seluruhnya dibangun. "Makanya mengungsi sementara. Selain ada keluarga di Maratua, warga Maratua sendiri welcome dengan kedatangan pengungsi," tutup Marsudi.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya