Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

6 Kecamatan di Lebak Terdampak Banjir Bandang, 2.066 Rumah Rusak

6 Kecamatan di Lebak Terdampak Banjir Bandang, 2.066 Rumah Rusak Banjir di Lebak. ©2020 Merdeka.com/Dwi Prasetya

Merdeka.com - Enam kecamatan terdampak banjir bandang melanda Kabupaten Lebak, Banten. 2.066 Rumah warga rusak dan sejumlah orang hilang akibat terjangan air tersebut.

Berdasarkan data dihimpun, enam kecamatan terdampak banjir yakni Curug bitung, Sajira, Cipanas, Lebakgedong, Maja dan Cimarga. Dari enam kecamatan itu, wilayah Curug bitung dan Sajira mengalami kerusakan terparah.

Di Kecamatan Curug bitung, 336 rumah rusak berat, 17 rusak ringan dan masjid atau musala 3 unit. Sedangkan di Kecamatan Sajira, 209 rumah rusak berat, 459 rusak ringan, dan merusak 4 jembatan serta 10 musala.

Sementara di Kecamatan Cipanas, 74 rumah rusak berat, 185 rusak ringan, 7 jembatan penyeberangan dan 3 musala rusak. Kemudian di Kecamatan Lebakgedong 16 rumah dan 2 jembatan rusak berat.

Lalu di Kecamatan Maja 770 rumah dan 1 jembatan rusak berat. Sementara di Kecamatan Cimarga 4 jembatan rusak cukup parah.

Dari bencana ini dilaporkan 55 motor mengalami kerusakan. Sementara 9 mobil rusak.

Dari hasil sementara itu, total 635 rumah rusak berat, 1.431 rumah rusak ringan, 18 jembatan rusak, 16 masjid dan musala rusak, 55 motor rusak,9 mobil rusak.

Para pengungsi terbagi di lima titik. Di Kecamatan Lebakgedong para pengungsi ditempatkan di Gedung Serba Guna Desa Banjar Irigasi. Ada 100 Kepala Keluarga (KK) mengungsi di lokasi ini.

Kemudian di Kecamatan Sajira, lokasi pengungsian berada di Gedung PGRI yang dihuni 171 kepala keluarga, kemudian di posko Kampung Nangela Desa Calung Bungur yang dihuni 75 kepala keluarga, terakhir di posko Desa Bungur Mekar 50 kepala keluarga.

Selanjutnya di Kecamatan Cipanas, posko pengungsian berada di kantor Kecamatan Cipanas. Untuk Kecamatan Curug bitung berada di Desa Mayak dan terakhir posko di Kecamatan Cimarga berada di Kampung Kadu Luhur Desa Tambak dihuni 31 kepala keluarga.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardi mengatakan, pengungsi sudah ditangani pemerintah setempat bersama TNI, Polri dan juga relawan lainnya. Menurut dia, masih ada beberapa kebutuhan diperlukan pengungsi seperti selimut, baju layak pakai.

"Alhamdulillah kondisi warga di pengungsian saat ini sudah ditangani oleh pemerintah setempat, kesehatan juga terlayani, makan untuk para pengungsi melalui mobil dapur umum Satuan Brimob Polda Banten, juga sudah diberikan dan makanan lain juga disalurkan," ujar dia.

Edy menjelaskan, pihaknya terus berupaya untuk melayani semua kebutuhan warga yang mengungsi akibat musibah banjir yang meluluhlantakan pemukiman warga yang berada di bantaran sungai Ciberang.

"Kami mohon doanya yah, agar kerjasama yang solid oleh Polri, TNI, pemerintah, Basarnas, BPBD dan semua elemen dapat mengatasi semua ujian ini," kata Edy.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP