KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

6 Karut marut proyek e-KTP Rp 5,8 Triliun

Rabu, 8 Mei 2013 07:11 Reporter : Mohamad Taufik
1. Masalah korupsi anggaran

Merdeka.com - Waktu itu program e-KTP belum genap satu tahun digulirkan. Namun, proyek itu sudah dilaporkan sebuah lembaga swadaya masyarakat ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Diduga ada penyelewengan dana lebih dari Rp 1 triliun.

Dugaan diperkuat karena Kejaksaan saat ini juga tengah mengusut dugaan korupsi proyek e-KTP ini. Bahkan Kejaksaan telah menetapkan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kemendagri, Irman, sebagai tersangka.

Irman, diduga melakukan mark-up nilai proyek saat dia menjabat Direktur Pendataan Kependudukan, bersama Setiantono, ketua panitia pengadaan barang pada proyek KTP berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) tahun 2009.

Sejumlah tersangka lainnya telah ditetapkan dalam kasus tersebut sebagai rekanan proyek, yakni bos PT Karsa Wira Utama Suhardijo dan bos PT Indjaja Raya Indra Wijaya. Namun Mendagri Gamawan Fauzi membantahnya.

Topik berita Terkait:
  1. E KTP

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.