Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

57 Titik Longsor Terpantau di Sukajaya Bogor

57 Titik Longsor Terpantau di Sukajaya Bogor Distribusi Bantuan di Bogor Tersendat. ©2020 Merdeka.com/Rasyid Ali

Merdeka.com - Bupati Bogor, Ade Yasin menyebut terdapat 57 titik longsor di wilayah Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Hingga kini, pembukaan akses jalan yang tertimbun longsor masih diutamakan untuk memudahkan pasokan logistik ke lokasi terdampak.

Menurutnya, hingga kini korban yang terdata di Sukajaya sebanyak 7 orang di mana 4 orang meninggal dunia dan 3 lainnya belum ditemukan.

Ade pun menyebut masih ada kemungkinan korban bertambah, karena beberapa desa masih belum bisa terjangkau sepenuhnya akibat akses jalan tertimbun longsor.

"Medannya bahaya atau tidak itu belum terdeteksi. Karena kita kesulitan untuk identifikasi. Tapi, rata-rata warga sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman seperti rumah penduduk yang relatif aman, musala dan sekolah," kata Ade, Minggu (5/1).

Dia pun meminta relawan untuk lebih waspada ketika melakukan penanganan evakuasi atau pencarian korban. Karena, cuaca saat ini sedang hujan dan membuat lokasi makin sulit untuk ditempuh.

"Ada 57 titik longsor. Yang penting kita buka akses dulu. Supaya bisa mengirim logistik dan obat-obatan. Sebisa mungkin, semaksimal mungkin dibuka. Tapi ini hujan, jadi susah, licin. Tetap waspada," kata Ade.

Sambil terus membuka akses jalan, pihaknya juga menggandeng komunitas motor trail untuk mendistribusikan logistik. Karena, akibat jalan tertutup, distribusi logistik tersendat.

"Kalau pakai heli kan juga tidak bisa setiap saat. Jadi untuk beberapa akses itu kita juga sudah minta bantuan ke komunitas motor trail untuk mengantar logistik, tapi itu pelan-pelan dan sedikit-sedikit," katanya.

Informasi yang dihimpun, Kementerian PUPR telah mengirimkan alat-alat berat ke lokasi longsor Kecamatan Sukajaya, terdiri dari 6 ekskavator, 1 loader dan 1 buldoser.

Ini dilakukan untuk membuka akses di enam desa yang terkepung longsor, yakni Desa Kiarasari, Kiarapandak, Urug, Cisarua, Cileuksa dan Desa Pasirmadang.

Hindari Wilayah Lereng

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo mengungkap, cuaca buruk di wilayah Jabodetabek diprediksi masih akan terjadi hingga Februari 2020.

"Bagi yang tinggal di wilayah lereng dengan kemiringan 30 derajat, untuk mencari tempat yang lebih tinggi agar bisa selamat dari kemungkinan longsor dan banjir bandang," kata Kepala BNPB Doni Monardo.

Khusus untuk di Kabupaten Bogor, Doni mengimbau masyarakat tidak lagi menggunakan lahan yang memiliki kemiringan dengan menanam tanaman semusim, seperti jagung dan hortikultura.

"Mulailah menanam jenis vegetasi, jenis tanaman yang punya fungsi ekologis tapi memiliki nilai ekonomis. Seperti akar wangi yang diklaim bisa menahan longsor," kata Doni.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP