5 Orang Termasuk Ketua RT di Tasikmalaya Jadi Tersangka Pengeroyokan Maut

Rabu, 1 Desember 2021 15:38 Reporter : Mochammad Iqbal
5 Orang Termasuk Ketua RT di Tasikmalaya Jadi Tersangka Pengeroyokan Maut Ilustrasi borgol. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Kepolisian resor Tasikmalaya menetapkan lima tersangka dalam kasus tewasnya Uci Sanusi Pane (50). Sebelum menetapkan tersangka, polisi sempat mengamankan 35 warga yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan kepada korban.

"Kelima orang ini berinisial P (31), S alias L (21), S (54), MI (34), dan M (54)," kata Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono, Rabu (1/12).

Kelima orang tersebut diketahui memiliki peran berbeda dalam aksi penganiayaan. P dan S alias L memukul korban di bafan kepala belakang, dada dan perut menggunakan balok kayu. Sedangkan S, MI dan M diduga menghasut agar korban dibunuh.

"Tiga orang yang turut serta (menghasut agar korban dibunuh) ini ada Ketua RT dan Linmas," ungkapnya.

Rimsyahtono mengatakan bahwa sebelum menetapkan lima tersangka, polisi memang sempat mengamankan 35 orang yang diduga terlibat dalam penganiayaan. Dengan penetapan lima orang itu, 30 orang warga lainnya dikembalikan ke rumahnya masing masing.

"Berdasarkan keterangan dan faktanya tidak terlibat penganiayaan. Saya imbau masyarakat jangan main hakim sendiri. Jangan sekali kali berbuat kekerasan, serahkan pada kami kalau ada hal seperti itu," sebutnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya, AKP Dian Purnomo menjelaskan bahwa aksi pengeroyokan dilakukan para pelaku karena kesal dan emosi terhadap korban yang dianggap berbuat onar, dan mengancam warga saat mencari pujaan hatinya.

"Korban telah meresahkan warga juga akan mengancam membakar salah satu rumah dan mengancam mau menculik satu per satu warga," jelasnya.

Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti mulai sepeda motor, baju, celana, kayu hingga sandal. Untuk lima orang yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka itu, pihaknya menerapkan pasal 170 ayat 2 ke-3 juncto pasal 55 KUHP.

"Ancaman hukumannya 12 tahun penjara," tutup Dian.

Sebelumnya, Uci Sanusi Pane asal Kabupaten Tasikmalaya meninggal dunia setelah dikeroyok warga saat hendak apel ke rumah pujaan hatinya. Aksi penganiayaan dilakukan sekelompok warga karena Uci berbuat onar saat mengetahui pujaan hatinya tidak ada di rumah ketika akan dia apeli.

"Benar ada kasus penganiayaan yang menyebabkan korbannya tewas. Saat ini anggota dari Reskrim sedang di lapangan," tutur Rimsyahtono.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian ini berawal saat Uci yang diduga sedang ada di bawah pengaruh minuman keras mendatangi perkampungan untuk mencari pujaan hatinya yang bernama Sunarti pada Selasa (30/11) dini hari.

Saat tiba di lokasi kampung yang dituju, ternyata Uci tidak mengetahui secara persis lokasi rumah Sunarti. Uci pun kemudian bertanya kepada salah seorang pemuda yang bernama Topa (33) warga sekitar yang kebetulan sedang melakukan kegiatan malam.

Topa saat itu mengantarkan Uci ke rumah Sunarti yang dimaksudkan. "Saat sampai di rumah Sunarti, ternyata yang bersangkutan tidak ada. Korban mengira Sunarti disembunyikan oleh warga masyarakat, lalu kemudian dia mengamuk marah-marah sambil mengancam warga," ungkap Rimsyahtono. [cob]

Baca juga:
Sudah 21 Orang, Tersangka Pengeroyokan Polisi oleh Pemuda Pancasila Bisa Bertambah
Ngamuk di Kampung Orang Cari Pujaan Hati, Pria 50 Tahun Tewas Dikeroyok Warga
Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Pengeroyokan Polisi adalah Anggota Biasa
Kasus Pengeroyokan Pemuda di Malang, Empat Orang Ditetapkan Tersangka
Dipicu Kopi Tumpah, Siswa SMA di Bandung Tewas Dikeroyok Tiga Pemuda
Polisi Ringkus Tiga Pelaku Pengeroyokan Pelajar SMK di Rangkasbitung hingga Tewas

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Penganiayaan
  3. Pengeroyokan
  4. Tasikmalaya
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini