Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

4.406 Jiwa Terdampak Banjir di Keerom Papua

4.406 Jiwa Terdampak Banjir di Keerom Papua banjir. merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua melaporkan sekitar 4.406 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Keerom, Papua. Banjir merendam tiga distrik yaitu Distrik Arso, Arso Barat dan Arso Timur.

Jumlah warga yang terdampak banjir akan terus bertambah, mengingat wilayah yang terendam banjir semakin meluas. Setidaknya saat ini, 1.155 rumah terendam banjir.

“Banjir disebabkan karena hujan intensitas tinggi. Saat ini, warga sedang mengungsi sementara di Gedung Pramuka dan BPBD setempat masih memantau adanya kebutuhan dasar bagi para pengungsi yang ada di Gedung Pramuka,” kata Kapusdatin Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/2).

Dia mengatakan, hingga saat ini BPBD Provinsi Papua masih melakukan pengumpulan data melalui Tim Siaga Bencana Kampung (TSBK). Selain itu juga dilakukan pengarahan personel gabungan yang terdiri dari BPBD Provinsi Papua, BPBD Kabupaten Keerom, RAPI, TNI, dan POLRI. Saat ini, akses jalan menuju wilayah Keerom sulit dilalui kendaraan, khususnya roda empat yang mana sudah tidak bisa lagi melintasi jalan utama.

“BPBD Papua juga masih berusaha untuk membangun jembatan di Arso PIR 1 yang rusak akibat terdampak banjir sepanjang kurang lebih sepanjang satu kilometer,” ujarnya.

Adapun Bupati Kabupaten Keerom telah menetapkan status tanggap darurat penanganan banjir melalui Surat Keputusan Bupati No : 363/572/BUP/2021 terhitung mulai 3 hingga 16 Februari 2021.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas tinggi disertai petir dan hujan kencang masih akan terjadi di Kabupaten Keerom Papua hingga dua hari ke depan. Menurut kajian dari InaRISK, Kabupaten Keerom memiliki potensi risiko banjir sedang hingga tinggi pada tujuh kecamatan dengan 17.456 jiwa terpapar risiko tersebut.

Raditya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi, mengingat prakiraan puncak musim penghujan masih berlangsung hingga akhir Februari 2021.

“Berbagai upaya dapat dilakukan, mempersiapkan persediaan air minum, makanan ringan, obat-obatan, dan mematikan arus listrik dalam rumah apabila banjir akan melanda,” pesannya

“Selalu bangun koordinasi antar warga dalam menginformasikan peringatan dini banjir,” tutupnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP