Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

36 Pencari Suaka Bermasalah Ditempatkan di Rudenim Makassar

36 Pencari Suaka Bermasalah Ditempatkan di Rudenim Makassar Ratusan pencari suaka di Makassar demonstrasi. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - 36 imigran pencari suaka menempati Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Makassar di Desa Timbuseng, Kecamatan Patalassang, Kabupaten Gowa. Mereka adalah imigran yang awalnya tinggal di Community House (CH) yang tersebar di beberapa sudut Kota Makassar. Namun karena bermasalah, mereka akhirnya ditempatkan di Rudenim.

Rata-rata mereka berasal dari Afghanistan, Irak, Iran, sebagian dari Afrika seperti Sudan, Ethopia dan Somalia. Lalu dari Myanmar dan Banglades.

Dari 36 imigran yang kini di Rudenim, 26 orang di antaranya baru masuk terhitung sejak Kamis (28/9). Sedangkan 10 orang lain adalah penghuni lama dengan berbagai pelanggaran.

"Pelanggaran kurang lebih 10 orang yang sudah ada sebelumnya di Rudenim itu mulai dari pelecehan seksual, menghamili wanita, berkelahi dan mencuri. Juga keluar rumah di atas pukul 22.00 WITA, padahal sedianya di jam itu mereka sudah harus masuk Community Housenya (CH) masing-masing," kata kata Kepala Rudenim, Boedi Prayitno saat ditemui di kantornya, Rabu (4/9).

Mereka di Rudenim dalam rangka pembinaan. Sebenarnya, kata Boedi, imigran yang melanggar harus dideportasi namun itu tidak dilakukan karena mereka pengungsi.

"Kita harus patuhi aturan internasional, bahwa apabila nyawa dan keselamatan jiwa seseorang terancam, negara yang didatangi tidak boleh mendeportasi ke negara asalnya," ujarnya.

Menurut Boedi, Indonesia termasuk longgar mengenai aturan untuk para pencari suaka. "Menjadi WNI, bekerja, sekolah tidak menjadi kewajiban pemerintah Indonesia. Mereka hanya diberi hak hidup sembari menunggu penanganan, yakni ditempatkan ke negara ketiga ataukah pulang ke negaranya secara sukarela. Lalu kenapa Pemerintah Indonesia mau menangani pengungsi? Karena telah meratifikasi konvensi HAM, hanya melihat muatan kemanusiaannya saja," pungkas Boedi.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP