3 Orang sudah pantau pergerakan Davidson saat ambil uang di bank
Merdeka.com - Polda Metro Jaya menyebut tewasnya Davidson Tantono (30), diduga telah dimata-matai oleh jaringan kelompok perampok. Di mana korban sudah dipantau sejak mengambil uang di salah satu bank swasta di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
"Jadi kami mendapatkan informasi bahwa di bank yang bersangkutan ternyata di dalamnya sudah ada mata-mata. Artinya mata-mata ya dari kelompok ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (14/6).
Menurut Argo, mata-mata dari jaringan bandit sadis itu bertugas mengintai nasabah bank yang mengambil uang dengan jumlah besar. Setelah itu, melaporkan ke temannya yang sudah berada di pos masing-masing.
"Pokoknya di dalam itu dia melihat orang-orang siapa yang mengambil uang sendirian dalam jumlah yang besar, lebih dari satu orang di dalam itu, dia menunggu, nanti dikabari sama temannya kalau ada ini (tarikan uang jumlah besar)," kata Argo.
Dia menyampaikan, mata-mata yang ditugaskan di dalam ruangan bank diduga berjumlah tiga orang. Selain itu, lanjutnya, tugas dari mata-mata ini mengintai nasabah yang tanpa pengawal saat mengambil uang tunai.
"Sekitar tiga orang lah di situ menjadi mata-mata di situ, jadi dia bisa mencari atau dia itu melihat lihat, nasabah siapa, nasabah mana yang dia sendirian dengan mengambil uang yang banyak," pungkas Argo. (mdk/rnd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya