Hari ini, Sabtu (5/9), Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat genap berusia 275 tahun, atau 284 tahun dalam hitungan penanggalan Jawa kalender Sultan Agung. Ratusan abdi dalem,sentono dalem dan kerabat menggelar prosesi Wilujengan Nagari di Sasana Sumewa.
Kegiatan tersebut sekaligus untuk memperingati 75 tahun Keraton Surakarta dan Istana Mangkunegaran bergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI). Keraton peninggalan Mataram ini didirikan oleh Sri Susuhunan Paku Buwana II tahun 1744 sebagai pengganti Keraton Kartasura yang porak-poranda akibat Geger Pecinan tahun 1743.
"Hari ini peringatan berdirinya Keraton Surakarta. Kalau Masehi 275, kalau pakai tahun Jawa 284. Peringatan ini maksudnya ya agar dalam perjalanan ke depan kita tidak melupakan sejarah," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Hukum Keraton Kasunanan Surakarta (LHKS), KPH Eddy Wirabhumi, disela acara.
Eddy menambahkan, meski dihadir ratusan orang, peringatan 275 tahun keraton tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Kegiatan diisi dengan wilujengan, serta pembacaan sejarah singkat berdirinya Keraton Kasunanan Surakarta. Kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin ulama Keraton.
"Harapan ke depan agar keluarga besar Keraton ini tetap di dalam lindungan Tuhan. Tetap bisa menjalankan adat dan tradisinya bersama-sama raja," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, kerabat keraton juga membagikan bubur Suro. Menurut Eddy, bubur Sura baru bisa dibagikan pada hari ini karena kondisi pandemi. Biasanya bubur Sura dibagikan setiap tanggal 10 Sura untuk masyarakat sekitar keraton.
"Maknanya, di bulan Sura ini kan banyak kejadian-kejadian besar yang dialami oleh umat manusia. Tentu kita mengingat dulu ada masa-masa sulit, kita berdoa agar kesulitan yang dialami umat manusia bisa terhindarkan," katanya.
Terkait peringatan 75 tahun bergabungnya Keraton Surakarta dan Istana Mangkunegaran ke NKRI, Eddy menyebut peringatan tersebut jatuh pada Selasa (1/9) kemarin. Pada hari tersebut, muncul Maklumat Paku Buwono (PB) XII dan Mangkunegaran (MN) VIII.
Keraton Surakarta dan Istana Mangkunegaran, lanjut Eddy, menyatakan bergabung dalam NKRI. Keraton Kasunanan Surakarta juga merupakan daerah pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia sebagai negara.
Advertisement