2 Terdakwa penyuap petugas MA dituntut 4 tahun penjara

Senin, 30 Mei 2016 16:51 Reporter : Al Amin
2 Terdakwa penyuap petugas MA dituntut 4 tahun penjara Awang Lazuardi diperiksa KPK. ©2016 Merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Jaksa Penuntut Umum KPK menuntut Ichsan Suaidi dan Awang Lazuardi, terdakwa kasus suap penundaan kasasi oleh Mahkamah Agung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat masing-masing empat tahun penjara. Kedua terdakwa juga didenda Rp 100 juta atau subsider tiga bulan kurungan.

"Kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata Jaksa Arif Suhermanto saat membacakan berkas tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (30/5).

Arif menjelaskan, Ichsan yang merupakan Direktur PT Citra Gading Aristama, terbukti memberikan Rp 400 juta kepada Kasubdit Kasasi dan Peninjauan Kembali Perdata MA Andi Tristianto Sutrisna. Suap itu dimaksudkan menunda salinan putusan kasasi atas perkara korupsi yang menjerat Ichsan.

"Uang tersebut diberikan melalui pemgacara Andri, Awang," ujar Arif.

Uang itu, lanjut Arif, tidak hanya diberikan kepada Andi, namun dibagikan juga kepada Awang dan anak buah Ichsan, Yulianto. Andri diketahui menerima Rp 250 juta. Uang itu bertujuan untuk menunda salinan putusan kasasi selama tiga bulan.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) resmi menetapkan Kasubdit Kasasi dan PK Mahkamah Agung Andi Tristianto Sutrisna (ATS), Direktur PT Citra Gading Asritama (CGA), Ichsan Suaidi dan pengacaranya Awang Lazuardi Embat (ALE) sebagai tersangka setelah tertangkap tangan melakukan tindak pidana suap penundaan salinan putusan kasasi di MA.

Plh Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati mengatakan suap itu diberikan Ichsan selaku terdakwa meminta agar salinan putusan kasasi di MA itu ditunda. Untuk memuluskan permintaan itu, Ichsan lantas memberikan uang sebesar Rp 400 juta.

"Transkasi ini diduga berkaitan dengan permintaan penundaan salinan putusan kasasi sebuah perkara dengan terdakwka IS," kata Yuyuk dalam keterangan pers di KPK, Jakarta, Sabtu (13/2).

Baca juga:
Dianggap jadi saksi kunci, Royani dikabarkan kabur ke luar negeri
Absen di pemeriksaan pertama, Nurhadi kembali dipanggil KPK
Kasus suap pejabat MA, KPK jadwalkan pemeriksaan bos Paramount

Kasus suap perkara di MA, KPK periksa tersangka Andri Tristianto

KPK ngaku punya strategi buat hadirkan sopir Nurhadi

Kesulitan hadirkan Royani, KPK akan surati MA

MA tak ikut campur sopir Nurhadi 2 kali mangkir dipanggil KPK

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kasus Suap Pejabat MA
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini