Akhir pekan ini jadi hari yang tak akan dilupakan oleh dua desa di Kabupaten Blitar. Bukan karena acara besar atau hajatan meriah, tapi karena dua insiden keracunan massal yang menimpa warga usai mengikuti kegiatan sosial.
Di Desa Wonotirto Kecamatan Wonotirto, sebanyak 18 orang jatuh sakit setelah menyantap bakso dalam acara tahlilan pada Sabtu (10/5). Sedangkan, di Desa Sidomulyo Kecamatan Selorejo sebanyak 60 warga mayoritas lansia dilaporkan mengalami keracunan usai meneguk sari kacang hijau di kegiatan rutin posyandu lansia.
Advertisement
1. Bakso di Tahlilan, 18 Orang Tumbang
Tahlilan yang seharusnya jadi momen doa bersama berubah jadi kepanikan. Usai menyantap bakso yang disediakan tuan rumah, sejumlah warga mulai mengeluh pusing, mual, dan sakit perut.
Tak butuh waktu lama, mereka langsung dilarikan ke Puskesmas Wonotirto. Tiga korban harus dirujuk ke rumah sakit karena gejalanya cukup berat.
"Dugaannya dari makanan yang disajikan. Sampel sudah kami amankan, termasuk bakso, mie, saus, hingga muntahan korban," ujar Ipda Putut Siswahyudi Kasi Humas Polres Blitar.
Beruntung, kondisi para korban kini mulai membaik. Tapi penyebab pasti masih menunggu hasil uji laboratorium.
2. Sari Kacang Hijau di Posyandu, 60 Warga Jadi Korban
Di hari yang sama, warga di Dusun Sidorejo juga menghadapi kejadian serupa. Seusai posyandu lansia, peserta yang terdiri dari pria, wanita, dan bahkan satu ibu hamiil, mulai menunjukkan gejala keracunan setelah minum minuman kacang hijau yang biasa dibagikan secara rutin.
"Selama bertahun-tahun kami selalu sajikan sari kacang hijau, dibuat oleh lima orang yang sama. Baru kali ini kejadian seperti ini muncul," kata Kepala Dusun, Ponidi, Senin (12/5).
Sebanyak 19 orang masih dirawat intensif di RSUD Wlingi, Puskesmas, serta beberapa klinik sekitar wilayah Kesamben dan Selorejo.
"Kami tidak menyangka sama sekali. Kami minta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh korban dan keluarga," ucap Ponidi dengan nada penuh penyesalan.
Sama seperti kasus tahlilan, Dinas Kesehatan sudah turun tangan dan mengambil sampel untuk dilakukan uji laboratorium.
Dua kasus keracunan massal dalam satu hari tentu membuat masyarakat cemas. Baik kepolisian maupun dinas kesehatan kini bekerja sama untuk menelusuri penyebab dua kejadian ini.
Semoga hasil uji lab segera keluar dan jadi pelajaran bagi semua pihak agar acara sosial tetap hangat, tanpa harus berujung masuk Puskesmas.