2 Mahasiswa Kendari Tewas, Komisi III Minta Jokowi Copot Wiranto

Jumat, 27 September 2019 16:00 Reporter : Hari Ariyanti
2 Mahasiswa Kendari Tewas, Komisi III Minta Jokowi Copot Wiranto Jokowi berikan keterangan terkait aksi 22 mei. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi III DPR Erma Ranik meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Menko Polhukam Wiranto lantaran dua mahasiswa di Kendari tewas saat demo. Menurutnya, Wiranto telah gagal dalam melakukan antisipasi.

"Mencopot Menko Polhukam Wiranto karena terbukti gagal dalam melakukan antisipasi terhadap persoalan politik dan keamanan yang menjadi domain wilayah kerjanya," kata Erma dalam keterangannya, Jumat (27/9).

Selain itu, dia meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut.

"Siapa aparat yang terlibat. Peluru apa yang telah membunuh adik adik mahasiswa. Jika polisi menggunakan peluru karet mahasiswa pasti tidak akan mati," tuturnya.

Dia juga mendesak Kapolri untuk mencopot Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Iriyanto karena terbukti tidak profesional dalam menangani aksi demonstrasi.

"Menangani aksi-aksi demonstrasi dan kritik terhadap pemerintah, jangan dilakukan dengan kekerasan dan represif. Hindari karena akan menimbulkan korban. Indonesia adalah negara demokrasi," paparnya.

Sebelumnya, Peserta unjuk rasa Randi (21), mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Halu Oleo (UHO) dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak di dada sebelah kanan Kamis (26/9) sekitar pukul 15:30 Wita. Sedangkan korban Muh Yusuf Kardawi (19) meninggal dunia setelah menjalani operasi akibat luka serius di bagian kepala di RSUD Bhateramas pada Jumat dini (27/9) sekitar 04:00 Wita. [eko]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini