Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

2 Inovasi Klungkung betot penghargaan pelayanan publik 2018

2 Inovasi Klungkung betot penghargaan pelayanan publik 2018 Bupati Klungkung raih penghargaan inovasi pelayanan publik. ©Istimewa

Merdeka.com - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menerima dua penghargaan Top 40 Sistem Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Inovasi tersebut dibetot Bupati Klungkung atas programnya mengenai Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) dan Beli Mahal Jual Murah (Bima Juara).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri PANRB Syafruddin saat The International Public Service Forum di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (7/11).

TOSS adalah program yang bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Teknik (STT) PLN Jakarta. Kerjasama tersebut membawa Pemkab Klungkung menjadi pelopor pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) skala industri pertama di Indonesia.

Sementara Bima Juara adalah inovasi antara Pemkab Klungkung dengan Koperasi Unit Desa (KUD). Program Bima Juara dapat mencegah petani Klungkung mengalami kerugian.

Program ini melarang petani menjual berasnya kepada tengkulak. Sebagai gantinya KUD akan memberi beras tersebut dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasaran.

Bupati Suwirta mengucapkan rasa syukurnya karena dua programnya dapat terpilih. "Saya di sini mewakili masyarakat Klungkung berterimakasih kepada Kemenpan, karena telah memilih 2 program kami sebagai salah satu dari 40 program terbaik tahun ini. Saya berharap penghargaan yang Klungkung raih bisa menginspirasi daerah lain dan kami terbuka bagi siapa saja yang ingin mempelajari program kami," kata Bupati Suwirta.

Bupati Suwirta optimistis bahwa program TOSS dapat menjadi sumber ekonomi kreatif yang baru. Program TOSS memiliki metode yang dapat mengubah sampah menjadi briket menggunakan mesin bio activator. Kemudian briket tersebut dapat dijual kepada pihak Indonesia Power atau digunakan sendiri.

"Mesin tersebut bedaya tampung 1 ton sampah, lalu diolah menghasilkan 600 Kg briket dan dari 600 Kg briket tersebut dapat menghasilan listrik setara 400 Kilo Watt (KWh). Dengan 400 KWh tersebut dapat memenuhi kebutuhan listrik 40 rumah selama 24 jam. Sementara dalam sehari Klungkung dapat menghasilkan 60 ton sampah, dan itu setara dengan 1.300 KWh atau 1,2 Mega Watt (MW) dan cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik 120 rumah selama 24 jam," papar dia.

Selain itu, Bupati Suwirta percaya bahwa program Bima Juara dapat mensejahterakan petani. "Program ini mewajibkan petani menjual gabahnya kepada KUD dengan harga tinggi. Normalnya 1kg gabah dijual seharga 3.750 namun kami beli dengan harga 4.500. Dengan demikian akan lebih menguntungkan bagi petani untuk menjualnya kepada kami daripada ke tengkulak. Lalu gabah tersebut kami olah menjadi beras dan dijual dengan harga yang lebih murah pula. Kami menjual beras dengan harga 10 ribu per kg sementara dipasarkan harganya sudah 11 ribu per kg. Dalam setahun Klungkung dapat menghasilkan sekitar 18 ribu ton beras," terang dia.

"Beras tersebut kami jual kepada para Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Klungkung. Saya harap kedepannya kami bisa menjual tersebut tidak hanya kepada ASN, namun juga ke masyarakat umum," lanjut Suwirta.

Dalam sambutannya, Wapres Jusuf Kalla menjelaskan program yang terpilih karena memenuhi semua kriteria. "Kriteria dari pemilihan ini yaitu, pertama, program yang memiliki nilai unik. Kedua sudah dilaksanakan lebih dari 1 tahun, ketiga program tersebut berpotensi untuk dikembangkan. Keempat program tersebut dapat dengan mudah diduplikasi oleh daerah lain. Pemkab Klungkung sudah memenuhi 4 kriteria tersebut dan saya berharap kedua program tersebut lolos pada sesi penyisihan dan masuk top 40 program terbaik 2018," kata Jusuf Kalla.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP