2 Hari sebelum ledakan di KUA, warga lihat pria panjat pagar masjid
Merdeka.com - Ledakan di KUA Sidareja Cilacap masih menyisakan selubung misteri dan trauma pada warga di sekitar Jalan Masjid Kecamatan Sidareja. Di kompleks KUA Sidareja pada Senin (3/7) malam, salah satu pedagang warung di samping KUA sempat mendapati seorang laki-laki hendak memanjat pagar masjid besar Baitussalam yang terletak persis di depan KUA Sidareja. Sedang warga lain, akibat ledakan yang digambarkan bak suara halilintar masih mengalami ketakutan.
Pedagang makanan di samping KUA Sidareja, Nano (60) bercerita pada Senin (3/7) sekitar pukul 22.00 ia mendapati seorang lelaki memanjat pagar masjid yang terkunci. Nano masih teringat orang tersebut berjenggot, mengenakan kemeja dan bercelana panjang hitam. Ia sempat menegur, tetapi laki-laki yang tak dikenalnya tersebut justru melotot.
"Saya sempat ngomong pagar sudah dikunci. Tetapi dia diam. Malah mendelik (melotot)," ujar Nano bercerita kepada merdeka.com saat ditemui di warungnya, Kamis (6/7).
Dari kejadian tak biasa tersebut, dua hari berselang pada Rabu (5/7), Nano dikejutkan suara ledakan. Suara ledakan itu pekak di telinga dan menyebabkan getaran di warungnya. Nano terkejut saat mencari sumber suara ledakan, bangunan KUA sudah mengalami sejumlah kerusakan.
"Itu saja yang saya kira aneh," ujar Nano.
Terpisah, warga yang tinggal di utara KUA Sidareja, Maryuna juga punya cerita terkait ledakan KUA Sidareja. Pada Rabu (5/7) pukul 02.00 WIB dini hari ia hendak salat malam. Sekitar pukul 03.00 WIB ia dikejutkan suara mirip halilintar dan ruang rumah bergetar.
"Seperti geluduk (halilintar) dan lindu (gempa)," ungkapnya.
Maryuna juga menyaksikan asap masuk ke belakang rumahnya berwarna hitam pekat. Sontak ia berteriak adanya kebakaran dan membangunkan putranya. Curiga kebakaran terjadi di masjid yang berada di samping rumahnya, Maryuna terkejut yang didapati justru bangunan KUA yang hancur.
"Saya sempat terpikir menara masjid ambruk atau ada kebakaran. Dari kejadian ini saya gak berani tidur di kamar belakang. Saya masih trauma. Takut kalau-kalau ada ledakan lagi," imbuhnya saat ditemui merdeka.com di kediamanya.
Sampai saat ini, di KUA Sidareja sendiri tim inafis mabes polri masih melakukan pelengkapan penyelidikan terkait ledakan yang bersumber dari LPG 3 kg. Tim inafis dikatakan oleh Kapolres Cilacap, AKBP Yudo Hermanto, memilih alat lengkap sehingga pengungkapan lebih maksimal. Terutama penulusuran sidik jari perilaku yang tertinggal di TKP.
Sedang situasi di sekitar TKP sendiri dari pengamatan merdeka.com masih dijaga beberapa petugas. Bangunan KUA sendiri berhadapan dengan masjid, di samping utara gedung sekolah sedang samping selatan terminal.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya