Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

2 ASN di Semarang Tepergok Tak Pakai Masker, Disuruh Push Up, Sapu Jalan & KTP Disita

2 ASN di Semarang Tepergok Tak Pakai Masker, Disuruh Push Up, Sapu Jalan & KTP Disita ASN tak pakai masker dihukum menyapu jalanan di Semarang. ©2020 Merdeka.com/Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Tembalang dan seorang guru MTS Semarang tepergok tidak pakai masker saat razia rutin petugas gabungan Satpol PP Kota Semarang, Senin (31/8). Akibatnya mereka mendapat sanksi ganda.

"Kami terpaksa kenakan sanksi sosial berupa push up 30 kali, menyapu jalanan, dan penyitaan KTP. Mereka berdua lalai tidak memakai masker saat mengendarai motor," kata Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, Senin (31/8).

Fajar sangat menyesalkan ada ASN yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan terlebih di jam dinas. Padahal semestinya, kata dia, seorang ASN bisa menjadi contoh baik bagi masyarakat terkait ketaatan pada protokol kesehatan utamanya pemakaian masker.

"Tapi kalau sudah melanggar apapun itu profesinya lurah, ASN tetap ditindak tegas. Semua demi memutus penyebaran virus Covid-19," jelasnya.

Pengakuan ASN bernama Slamet, dirinya sebenarnya membawa masker tetap hanya tergantung di dada. Alasannya, terburu-buru saat hendak ke kantor.

"Mungkin karena tergesa-gesa, jadi maskernya melorot tidak saya pakai secara baik," kata Slamet.

Dia tidak mempersoalkan sanksi push up yang diberikan. Apalagi, katanya, hitung-hitung sebagai olahraga.

"Tidak masalah, saya mengakui salah. Ketika salah dihukum push up justru bisa jadi bahan koreksi selanjutnya agar lebih baik," ungkapnya. (mdk/lia)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP