1.665 Pasien Covid-19 Dirawat di RSUP Persahabatan, 75 Persen Ruang Isolasi Terisi
Merdeka.com - Direktur Utama RSUP Persahabatan melaporkan sebanyak 75 persen tempat tidur di ruang isolasi pasien Covid-19 sudah terpakai. Data per 13 Agustus 2020, total ada 1.665 pasien dirawat di RSUP Persahabatan.
Dari 1.665 pasien tersebut, 631 pasien atau 38 persen merupakan pasien Covid-19. Lalu 142 orang atau 8,5 persen merupakan pasien suspek, dan 53,5 persen atau sebanyak 892 orang bukan pasien Covid-19.
"Per hari ini sudah 75 persen bed di ruang isolasi yang terpakai,” ujar Rita kepada merdeka.com, Kamis (13/8).
Bila melihat data pasien yang dirawat pada hari ini, 54 orang merupakan pasien positif Covid-19. Kemudian 74 orang pasien suspek dan 11 orang lainnya tidak terinfeksi Covid-19. RSUP Persahabatan juga melayani pasien yang datang untuk periksa ke poli, totalnya ada 4.294 pasien poli suspek Covid-19.
Rita mengakui bahwa dari bulan Juli sampai Agustus hari ini, jumlah pasien yang dirawat cenderung mengalami kenaikan yang signifikan. Walaupun sejak tanggal 9 sampai 12 Agustus mengalami penurunan, namun jumlahnya tetap lebih tinggi dibandingkan bulan Juli dan Juni.
Pada bulan Juni lalu, rata-rata jumlah pasien yang dirawat rata-rata masih di bawah angka 100, kemudian pada bulan Juli, meningkat menjadi 100 hingga 120 orang per hari. Pada bulan Agustus ini, rata-rata antara 140 hingga 160 pasien per hari. Rekor tertinggi pasien dirawat mencapai 163 orang, yakni pada 3 Agustus 2020.
“Jumlah pasien harian memang naik turun, tapi akhir Juli sampai sekarang cenderung naik,” kata Rita.
Sebelumnya, merdeka.com mendapatkan laporan dari dokter di RSUP Persahabatan bahwa telah terjadi lonjakan pasien rujukan hampir 50 persen. Hal ini diungkapkan oleh dokter spesialis paru RSUP Persahabatan, Erlina Burhan.
"Kita terima rujukan dari rumah sakit (RS) lain. Kenaikannya kira-kira 1,5 kali lipat dari biasanya. Misalnya biasa terima rujukan 50 pasien sehari, sekarang bisa 70 pasien," ujar Dokter spesialis paru RSUP Persahabatan, Erlina Burhan kepada merdeka.com, Rabu (12/8).
Dirut RSUP Persahabatan pun tidak menyangkal laporan dokter Erlina. Ia membenarkan bahwa telah terjadi lonjakan pasien rujukan yang cukup pesat sejak akhir Juli. Pada 28 Juli, hanya ada 33 pasien rujukan dan langsung meningkat drastis pada 29 Juli mencapai 80 pasien rujukan. Kemudian angka yang sangat fantastis terjadi pada 10 Agustus 2020, yakni mencapai 186 pasien rujukan. Padahal bila dibandingkan pada sehari sebelumnya, pada 9 Agustus hanya ada 121 pasien yang dirujuk.
Dari banyaknya pasien yang dirujuk, pasien yang dirawat di RSUP Persahabatan per harinya tidak lebih dari 20 pasien. Berdasarkan data yang kami terima, jumlah pasien yang masuk ke ruangan rawat inap paling banyak yakni 24 orang. Tepatnya pada tanggal 2 Juni lalu. Kemudian setelah itu tren pasien yang masuk ruangan rawat inap per harinya berada di angka belasan bahkan di bawah 10.
Analis data kesehatan sekaligus inisiator platform edukasi Covid-19 Pandemic Talks, Firdza Radiany memprediksi, rumah sakit di Indonesia tidak lagi bisa menampung pasien pada tiga bulan kedepan. Hal ini ia katakan bila kasus aktif Covid-19 di Indonesia tidak ditekan hingga 10 persen. Saat ini, jumlah kasus aktif sebanyak 39 ribu atau 29,8 persen.
“Sejak awal pandemi, kasus aktif kita cukup konsisten di antara 30 sampai 40 persen. Bayangkan nanti kalau kasus aktif sudah sampai 200 ribu, kami yakin sudah mulai jebol," ujar Firdza dalam keterangan tertulisnya (13/8).
Bila melihat data pasien yang dirawat di RSUP Persahabatan sejak awal virus Corona mewabah, maka bisa disimpulkan bahwa jumlah pasien yang dirawat cenderung terus mengalami kenaikan. Walaupun dari bulan Juni ke Juli sempat mengalami penurunan, namun di bulan Agustus. Pada bulan Maret hanya 125 pasien yang dirawat, kemudian naik menjadi 328 pasien di bulan April. 431 pasien di bulan Juni dan 631 pasien di bulan Agustus ini. (mdk/gil)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya