Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

16 WNI yang dievakuasi dari Marawi anggota Jemaah Tabligh

16 WNI yang dievakuasi dari Marawi anggota Jemaah Tabligh 17 WNI dievakuasi dari Filipina. ©2017 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Banyak yang tak tahu apa yang dilakukan oleh 16 WNI yang berada di Marawi, Filipina. Para WNI yang dipulangkan ke tanah air itu merupakan anggota Jemaah Tabligh yang berpusat di Masjid Raya Kebon Jeruk, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat.

Keberadan mereka di Filipina untuk melakukan dakwah. Namun secara tidak sengaja terjadi konflik di Marawi. Ada 3 prinsip dasar yang dijalani jemaah ini, yakni mempelajari Islam, mengamalkan Islam dan menyampaikannya secara sungguh-sungguh.

Setiap tahunnya banyak dari anggota Jemaah Tabligh yang lalu lalang ke luar kota atau pun luar negeri. Selain itu, para Jemaah Tabligh setiap melakukan perjalannya selalu menggunakan kocek sendiri.

"Ya semuanya biaya sendiri," ujar salah satu anggota Tabligh, Abdurrahman saat ditemui di Masjid Jami Kebon Jeruk, Minggu (4/6)

Saat ditemui merdeka.com, Abdurrahman baru saja melakukan perjalanan dari Lombok. Selain itu, Abdurrahman juga pernah melakukan perjalanan luar negeri.

Abdurrahman mengaku tidak pernah kesulitan dengan dengan negara tujuannya. "Saya pernah ke India, Bangkok, China," katanya.

Pusat Jemaah Tabligh sendiri berada di India. Setiap jamaah yang ingin melakukan perjalaan harus mengajukan perjalanannya ke India, lalu siapa saja yang berangkat atau durasi bertabligh dan negara tujuan, disesuaikan dengan uang yang terkumpul

Jemaah Tabligh yang berpusat di India, tersebar di 240 negara. Di Indonesia sendiri pusat Jemaah Tabligh berada di Masjid Raya Kebon Jeruk, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat.

Jemaah Tabliq sendiri tidak pernah mendatangi negara-negara konflik timur tengan seperti Suriah, Afghanistan, Mesir. Walaupun sebelumnya 16 Jemaah Tabligh yang berada di Marawi, Filipina berada di tengah konflik hal tersebut tidak diduga oleh mereka.

"Kami intinya dakwah, meskipun di sana perang kami tetap berdakwah," ujar Abdurrahman.

Saat ini 16 WNI tersebut tinggal di Masjid Jami Kebon Jeruk untuk sementara melakukan itiqaf di masjid selama bulan Ramadan.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP