Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

14 WN Filipina terdampar di Kalimantan korban konflik Marawi?

14 WN Filipina terdampar di Kalimantan korban konflik Marawi? Pengungsi Marawi. ©Reuters/Erik De Castro

Merdeka.com - Pemerintah Filipina terkejut dengan kabar 14 warganya, terdampar di pulau Bunyu, Bulungan, Kalimantan Utara. Keempat belas orang itu kini masih menjalani pemeriksaan di kantor Camat Bunyu. Petugas masih mendalami keterangan, terkait kemungkinan mereka eksodus dari konflik bersenjata di kota Marawi.

Kantor Imigrasi Kelas III yang berada terdekat dengan Bulungan, masih menunggu pemeriksaan yang dilakukan petugas gabugan di kantor Camar Bunyu.

"Saat ini masih diperiksa dari teman-teman di Polres Bulungan dan TNI AL. Jadi belum diserahterimakan ke kita di imigrasi," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb, Erwin Hariyadi, saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (2/6) malam.

Hingga saat ini, belum bisa dipastikan mereka murni sebagai warga asing yang terdampar di pulau Bunyu, dan tidak berkaitan dengah konflik bersenjata di kota Marawi, Filipina.

"Kami belum bisa menginformasikan itu (berkaitan atau tidak dengan eksodus warga Merawi), karena keterangannya masih didalami oleh Polri dan TNI ya, yang lebih mengerti," ujarnya.

Dari atas kapal, petugas juga menemukan sejumlah dokumen kependudukan. Hanya saja informasi itu, masih perlu dikonfirmasi ke pemerintah Filipina.

"Ya ada dokumen. Cuma kalau dibilang dia warga Filipina, belum diakui pemerintahnya ya. Karena kita masih koordinasi dan Filipina masih kaget-kagetan kita kasih tahu," ungkap Erwin.

Diketahui, 14 WN Filipina, terdampar di pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Kamis (1/6) kemarin. Gara-garanya, selain cuaca buruk si perairan, kapal yang mereka gunakan, kehabisan bahan bakar.

Keterangan diperoleh dari Polres Bulungan, mereka diketahui berangkat sejak Minggu (28/5) lalu sekira pukul 04.00 Wita dari kepulauan Bunggau Tawi-tawi di Filipina Selatan tujuan Pulau Setangkai, yang juga berada di Filipina Selatan. Tujuannya untuk budidaya rumput laut. Di tengah perjalanan, diadang cuaca buruk sehingga menguras ketersediaan bahan bakar mereka. (mdk/rnd)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP