12 Ribu Personel TNI-Polri Disiagakan Jaga Sidang Sengketa Pilpres di MK

Selasa, 11 Juni 2019 16:43 Reporter : Yunita Amalia
12 Ribu Personel TNI-Polri Disiagakan Jaga Sidang Sengketa Pilpres di MK Gedung Mahkamah Konstitusi. merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan 12 ribu personel gabungan TNI-Polri untuk menjaga keamanan di area Mahkamah Konstitusi. Hal itu disampaikan saat meninjau keamanan di area MK jelang sidang pendahuluan pada 14 Juni mendatang.

"Kurang lebih 12 ribu personel yang disiapkan," kata Gatot usai meninjau keamanan MK, Jakarta Pusat, Selasa (11/5).

Gatot mengatakan, pengamanan tidak hanya di area MK saja, namun juga di luar area. Bahkan, jika dimungkinkan, pengamanan berlapis sebanyak 4 ring area.

Dengan peningkatan pengamanan ini, Gatot menyebut akan terjadi penutupan jalan saat sidang berlangsung, terutama Jalan Medan Merdeka Barat, Harmoni. Jalan itu dikategorikan sebagai ring utama.

Sedangkan area atau ring pengamanan terluar ada di area Museum Nasional atau disebut juga dengan Museum Gajah.

"Kita lakukan penutupan untuk berikan rasa aman di persidangan," ujar dia.
mengganggu persidangan," ujarnya.

Diketahui bahwa MK telah menetapkan sidang pendahuluan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Pilpres 2019 pada 14 Juni. Dalam sidang pendahuluan, MK akan menggelar putusan sela dengan menyatakan apakah gugatan dari pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dapat diterima atau tidak dengan mempertimbangkan permohonan beserta barang bukti yang diajukan pemohon.

Jika dalam putusan sela gugatan diterima, makan dalam sidang selanjutnya akan dilakukan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, saksi ahli, alat bukti dan lainnya yang dijadwalkan pada 17-21 Juni 2019.

Setelah itu, tahap selanjutnya yakni Rapat Pemusyawaratan Hakim atau RPH. Sementara sidang pengucapan putusan untuk perkara Pilpres 2019 itu sendiri diagendakan pada 28 Juni. [ray]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini