114 Anggota KPPS Meninggal, Ma'ruf Amin Usul Sistem Pemilu di Evaluasi

Rabu, 24 April 2019 20:56 Reporter : Purnomo Edi
114 Anggota KPPS Meninggal, Ma'ruf Amin Usul Sistem Pemilu di Evaluasi Maruf Amin di rumah Habib Hilal Al Adid. ©2019 Merdeka.com/Purnomo Edi

Merdeka.com - Cawapres nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin, mengaku prihatin dengan banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia usai bertugas saat Pemilu 2019 lalu. Ma'ruf Amin mengusulkan agar sistem pemilu serentak dievaluasi.

"Perlu dievaluasi sistemnya. Mungkin sistemnya itu harus juga perlu dipertimbangkan karena kerja ya serentak. Kemudian dengan lima, memilih lima pilihan, menyiapkan segalanya mungkin terlalu lelah ya," ujar Ma'ruf Amin usai tasyakuran di rumah Habib Hilal Al Adid di Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Rabu, (24/4).

Saran evaluasi ini, kata Ma'ruf Amin, sangat perlu dilakukan. Namun dia tidak merinci apakah evaluasi itu akan memisahkan Pilpres dengan Pileg di Pemilu 2024 atau tetap akan seperti Pemilu 2019.

"Yang penting supaya tidak terlalu melelahkan keinginan serentak, tapi bagaimana tidak melelahkan itu perlu dirundingkan, perlu dibicarakan. Bisa juga nanti (dipisah pileg dan pilpres)," ungkap Ma'ruf Amin.

Ma'ruf Amin mengaku sepakat dengan usulan agar pemerintah memberikan santunan kepada para petugas KPPS yang meninggal dunia usai bertugas pada 17 April 2019 yang lalu.

"Saya setuju kepada mereka supaya diberi penghargaan diberikan juga santunan atas upaya kerja mereka," tutup Ma'ruf Amin.

Data terakhir KPU, petugas KPPS meninggal mencapai 144 jiwa, sakit 883 tiga. Sedangkan khusus petugas pengawas, Bawaslu menyebut ada 33 anggotanya yang meninggal dunia. Kemudian dari unsur Polri, 15 orang meninggal dunia. Sebabnya beragam, mayoritas kelelahan usai bertugas. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini