100 Orang Reaktif di Masa Libur Panjang, Emil Minta Pembatasan di Kawasan Wisata

Sabtu, 31 Oktober 2020 01:33 Reporter : Aksara Bebey
100 Orang Reaktif di Masa Libur Panjang, Emil Minta Pembatasan di Kawasan Wisata Ridwan Kamil di Puskesmas Tapos. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, sudah ada 100 wisatawan yang reaktif hasil pengetesan acak di sejumlah destinasi wisata. Ia meminta pengelola wisata tetap ketat menjalankan protokol kesehatan.

Hal itu ia sampaikan kepada wartawan usai menghadiri acara peresmian Masjid dan Graha Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bandung di Jl. Sabang, Kota Bandung, Jumat (30/10).

"Tadi sudah rapat dengan pak Luhut intinya antisipasi lonjakan kasus, makanya kita ada rapid tes dan swab, ada 100 orang reaktif, langsung diswab tapi belum keluar hasilnya," kata dia.

Ia meminta pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mewaspadai potensi penyebaran virus di masa libur panjang hingga akhir pekan ini. Protokol kesehatan harus dilakukan dengan ketat sekaligus pembatasan kawasan wisata, hotel maupun restoran.

"Kemudian pembatasan di destinasi wisata terus kita lakukan, jangan dipaksa penuh 100 persen karena kalau ada kerumunan terlalu padat ada potensi bahaya," terangnya.

Sebelumnya, dalam rapat pencegahan penyebaran Covid-19 saat libur dan cuti bersama tahun 2020 bersama Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia (RI) Luhut Binsar Pandjaitan, ia menyampaikan bahwa pengetesan dilakukan di sejumlah destinasi wisata dan pintu masuk Jabar.

Ridwan Kamil yang juga Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar menyebut terdapat 14 kabupaten/kota di Jabar yang kerap dikunjungi wisatawan saat libur panjang.

"Pemeriksaan tes masif pun kami lakukan di 54 titik. Pengetesan dilakukan secara acak melalui metode rapid test. Apabila ada yang reaktif, maka akan berlanjut dengan swab test," ucap dia.

Pengetesan Covid-19 dianggap krusial untuk menekan potensi lonjakan kasus. Ia pun meminta wisatawan dan pelaku perjalanan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Kami melalui TNI dan Polri serta Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) terus berjaga semaksimal mungkin untuk memastikan protokol kesehatan 3M tersebut dilakukan oleh masyarakat yang berlibur ke tempat wisata," ujarnya.

Menko Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan meminta pemerintah provinsi intens mengampanyekan pentingnya protokol kesehatan 3M di masa pandemi Covid-19, khususnya di tempat-tempat yang berpotensi menciptakan kerumunan.

"Upaya perbaikan terus didorong oleh pemerintah pusat, menyangkut protokol kesehatan dan isolasi terpusat. Saya mohon para kepala daerah agar tidak pernah bosan untuk menyampaikan protokol kesehatan 3M," kata Luhut.

Penguatan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dan pusat isolasi perlu dilakukan sebagai upaya antisipasi apabila terjadi lonjakan kasus Covid-19.

"Kapasitas ICU dan ruangan isolasi harus berjalan dengan baik, obat dan alat kesehatan yang dibutuhkan harus sesuai tata laksana klinis pasien Covid-19 tersedia dengan cukup. Operasi penegakan protokol kesehatan 3M pun perlu ditingkatkan terutama tempat-tempat pusat keramaian," imbuhnya. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini