100 Hari Jokowi-Ma'ruf: Menata Infrastruktur dan Pariwisata

Kamis, 30 Januari 2020 04:34 Reporter : Ya'cob Billiocta
100 Hari Jokowi-Ma'ruf: Menata Infrastruktur dan Pariwisata Jokowi Resmikan Tol Layang Jakarta-Cikampek. ©Liputan6.com/Pebrianto Eko Wicaksono

Merdeka.com - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin telah memasuki 100 hari kerja. Jokowi menekankan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus pemerintahannya lima tahun ke depan. Jokowi mengatakan pembangunan infrastruktur sangat penting sebagai pondasi dalam berkompetisi dengan negara lain.

"Sesakit apapun harus berani kita tahan agar yang namanya pembangunan infrastruktur betul-betul rampung dan selesai. Artinya kelanjutan pembangunan infrastruktur tetap kita laksanakan," kata Jokowi di Istana Negara Jakarta, Senin (16/12/2019).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut bahwa pemerintah ingin menyambung infrastruktur ke kawasan-kawasan industri, produksi pertanian dan perikanan kepada kawasan wisata yang ada di setiap daerah. Dia mengingatkan bahwa hal itu adalah tugas pemerintah daerah.

"Misalnya, jalan tol disambungkan ke kawasan pertanian. Siapa yang menyambungkan? Ada Pemprov, ada Pemkab, ada Pemkot, tugas bapak ibu semuanya adalah sambungkan," jelasnya.

Berikut pencapaian dan target Jokowi di sektor infrastruktur serta pariwisata

1 dari 3 halaman

Resmikan Tol Palembang-Kayuagung

Jokowi akan meresmikan Tol Palembang-Kayuagung awal bulan depan. Saat ini masih menunggu rekomendasi uji layak operasi (ULO) dari fungsional tahun lalu.

Pemimpin Proyek Waskita Sriwijaya Tol Yusar mengungkapkan, ULO tersebut tengah diteliti Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) berdasarkan penggunaan tol secara fungsional akhir tahun lalu. BPJT mengecek secara menyeluruh, mulai dari kontruksi, rambu lalu lintas, jaringan, fasilitas operasional seperti mobil patroli, PJR, derek, towing, dan fasilitas lain.

"Jika sudah memenuhi syarat artinya mendapat rekomendasi, akan segera diresmikan dan dioperasikan secara penuh," ungkap Yusar, Kamis (16/1).

Yusar menargetkan peresmian dilakukan langsung oleh Jokowi pada awal bulan depan. Pihaknya optimistis rekomendasi segera terbit bersamaan dengan penyelesaian pembangunan tol 33,5 kilometer yang telah mencapai 99 persen.

"Mudah-mudahan bapak presiden bisa hadir dan meresmikan langsung," ujarnya.

Setelah diresmikan, kata dia, pihaknya berencana memberikan layanan gratis bagi pengguna tol selama dua sampai enam pekan. Tol ini diproyeksikan mampu dilintasi ribuan kendaraan per hari.

"Pada fungsional Natal dan Tahun kemarin saja ada 15 ribu kendaraan melintas setiap hari, kami optimistis jadi pilihan masyarakat," pungkasnya.

2 dari 3 halaman

Tol Pertama di Kalimantan

Jokowi meresmikan Tol Balikpapan-Samarinda, tol pertama di Pulau Kalimantan. Tol tersebut diharapkan jadi cikal bakal pembangunan infrastruktur lainnya guna mengembangkan suatu kawasan ekonomi terpadu.

"Alhamdulillah pembangunan seksi 2,3,4 jalan tol Balikpapan ke Samarinda hari ini telah selesai dan bisa dimanfaatkan dari lima seksi artinya dari lima seksi yang telah selesai tiga seksi sepanjang 57,8 km. Dari total 99,3 km. Jadi kurang dua seksi lagi yaitu seksi 1 dan 5," kata Presiden Jokowi di Gerbang Tol Samboja saat meresmikan Tol Balikpapan-Samarinda, Selasa (17/12).

Presiden Jokowi juga berharap dengan adanya tol tersebut dapat mempercepat akses ke kawasan ibu kota baru. Sehingga di 2020 jalan menuju kawasan ibu kota baru sudah mulai disiapkan.

"Sehingga menyambungkan ke kawasan ibu kota dan saya minta agar pada 2020 jalan menuju kawasan ibu kota baru sudah mulai disiapkan dan betul betul tersambung antara jalan tol Balikpapan-Samarinda dan ke kawasan ibukota," kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi turut mengharapkan kehadiran tol ini menambah efisiensi bagi mobilitas logistik. "Yang biasanya dari Balikpapan ke Samarinda, Samarinda ke Balikpapan itu memakan waktu kurang lebih 3 jam. Enam jam PP. Bila menggunakan jalan tol yang ada sekarang ini paling satu jam atau 1 jam seperempat," ungkap Presiden Jokowi.

Kemudian, dia berharap tol tersebut akan menciptakan kesinambungan yang saling melengkapi. Tidak hanya itu, dia juga berharap akan mendorong kawasan produksi. "Seperti industri di sektor kelapa sawit, komoditas batubara minyak gas dan komoditas pertanian yang terhubung langsung dengan kawasan distribusi," ungkap Presiden Jokowi.

Diketahui, jalan tol ini terdiri atas 5 seksi, yaitu Seksi I ruas Balikpapan-Samboja (22,025 km). Lalu, Seksi II ruas Samboja-Muara Jawa (30,975 km), Seksi III ruas Muara Jawa-Palaran (17,300 km), Seksi IV Palaran-Samarinda (17,550 km), dan Seksi V Balikpapan-Sepinggan (11,500 km).

Pembangunan Seksi I dan V dengan total panjang 33,115 Km melalui pendanaan oleh pemerintah. Pelaksanaan pembangunannya diserahkan kepada PT JBS.

Sementara Pembangunan Seksi II, III, dan IV sepanjang 66,235 km dibiayai sekaligus dilaksanakan oleh PT JBS. Saat ini, Seksi II, III dan IVa sedang dalam proses pra uji laik fungsi. Sementara Seksi I sampai dengan IV juga ditargetkan akan beroperasi fungsional pada Desember 2019.

3 dari 3 halaman

Jadikan Labuan Bajo Jadi Lokasi Wisata Super Premium

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas untuk mempersiapkan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk dapat menjadi destinasi wisata super premium. Pengembangan destinasi super premium Labuan Bajo akan mulai dibenahi pada awal tahun ini.

"Ada beberapa hal yang ingin saya tekankan di sini berkaitan dengan Labuhan Bajo," kata Presiden Jokowi seperti dikutip dari Antara dalam rapat terbatas dengan topik 'Pengembangan Destinasi Pariwisata Labuan Bajo' di Hotel Plataran Labuan Bajo, NTT, Senin (20/1).

"Yang pertama yang berkaitan dengan penataan kawasan, kita memang ingin segmen pasar wisatawan yang hadir di sini adalah yang pengeluarannya lebih besar dari wisatawan kebanyakan dan oleh sebab itu kita perlu sekali melakukan integrasi baik berkaitan dengan kerapian, kebersihan, kenyamanan dan keamanan bagi para wisatawan," ungkap Presiden Jokowi.

Presiden pun menilai bahwa masih perlu tambahan sejumlah hotel baru di Labuan Bajo. "Kita tahu juga di sini ada beberapa hotel berbintang dengan beberapa fasilitas yang ada tapi kita melihat masih sangat diperlukan tambahan hotel untuk Labuan Bajo," tambah Presiden Jokowi.

Presiden menyebutkan ada 5 zona yang harus ditata. "Pertama di Bukit Pramuka, kedua di Bukit Air, ketiga di pelabuhan peti kemas kemudian di dermaga penumpang, keempat di kawasan Marina dan kelima di zona Kampung Ujung," ungkap Presiden.

Presiden menegaskan agar kelima zona tersebut dapat menjadi ruang publik yang tidak terputus. "Sehingga menghadirkan sebuah 'landscaping' yang indah yang menjadi generator penggerak pembangunan kawasan pusat aktivitas masyarakat di Labuan Bajo," tambah Presiden Jokowi.

Presiden pun memerintahkan penambahan infrastruktur di Bandara Komodo, Labuan Bajo. "Berkaitan dengan infrastruktur kita berharap awal tahun ini 'run way' dan terminal akan segera dimulai, betul Pak Menhub? Karena semua sudah siap dan kita harapkan nantinya bandara ini akan mendapat lalu lintas, traffic yang makin banyak karena pengelolanya memiliki kemampuan, memiliki jaringan yang baik dalam mendatangkan wisatawan ke Labuan Bajo," jelas Presiden Jokowi.

Presiden Joko Widodo menegaskan masyarakat lokal harus ikut menikmati manfaat pengembangan kawasan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai destinasi wisata superpremium. "Oleh karenanya, masyarakat harus cepat-cepat kita tingkatkan kemampuannya, kita tingkatkan kompetensinya dari sisi keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan di industri pariwisata yang ingin kita kerjakan," tambah Presiden Jokowi.

Selanjutnya, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga, menurut Presiden Jokowi, jangan sampai ditinggal. "Saya berharap ada creative hub yang akan menggarap produk-produk lokal baik sisi desain, packaging, sisi harga. Kita harapkan nantinya tenun, kopi, dan makanan khas benar-benar bisa tumbuh. Seiring dengan itu, atraksi budaya lokal, kesenian lokal semakin hidup dan menghidupkan di kawasan Labuan Bajo," jelas Presiden Jokowi.

Masalah lain yang harus diselesaikan adalah mengenai sengketa tanah. "Saya juga mencatat ini mungkin untuk Pak Gubernur (NTT) dan Pak Bupati, mengenai masih banyaknya tanah sengketa di sini. Ini tolong jadi catatan karena ini jadi perhatian dari para investor yang ingin menanamkan modal di sini. Betul-betul diselaraskan hukum adat di sini dan hukum positif yang kita miliki," tegas Presiden.

Tidak ketinggalan Presiden Jokowi meminta kapal besar yang masuk ke Labuan Bajo sudah terdaftar. "Kapal besar yang masuk ke Labuan Bajo saya minta teregistrasi. Jangan sampai di sini hanya menikmati dan membuang sampahnya, tapi masyarakat di sini tidak mendapat manfaat dari kapal besar yang masuk," ungkap Presiden.

Presiden selanjutnya mengingatkan mengenai kebersihan di kawasan wisata. "Mengenai sampah baik darat maupun laut mungkin perlu kita acarakan satu gerakan dari LHK (lingkungan hidup dan kehutanan) untuk pembersihan sampah di laut, di karang. Saya mendapat keluhan dari orang-orang yang datang di sini untuk diving, walau belum banyak tapi harus segera dibersihkan sebelum jadi banyak," tambah Presiden Jokowi.

Sedangkan di darat, presiden meminta Kementerian PUPR dan Kementerian LHK menyiapkan infrastruktur pembuangan sampah baik insulator atau cara lainnya. "Berkaitan dengan air baku, saya minta Menteri PUPR menyiapkan tambahan air baku karena ini menjadi keluhan yang saya dengar dari pemilik hotel di sini," ujarnya.

Selanjutnya, Presiden menargetkan hingga akhir 2020 seluruh infrastruktur sudah siap dibangun. "Bila semua sudah rapi dan tertata, promosi saya minta segera dilakukan oleh Kementerian Pariwisata termasuk event internasional agar menarik wisatawan datang ke Labuan Bajo," ungkap Presiden.

Terakhir, Presiden meminta ada kepastian keamanan bagi wisatawan. "Saya harap disiapkan organisasi baik Basarnas dan BNPB berkaitan keamanan wisatawan, paling tidak kalau mereka lihat ada SAR, ada BNPB, rasa aman dan nyaman akan muncul karena mereka bisa lihat kita berupaya untuk mengatasi itu," tegas Presiden Jokowi.

Rapat yang berlangsung di pantai tepi Laut Flores itu dihadiri oleh Menteri Pariwisata Wishnutama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, Kepala Basarnas Marsdya Bagus Puruhito dan para pejabat terkait lainnya. [cob]

Baca juga:
Menko Luhut soal 100 Hari Kerja Jokowi-Ma'ruf: Ratas Terbanyak Digelar Presiden
Ini Deretan Kenaikan Tarif di 100 Hari Kerja Presiden Jokowi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini