1 Pembunuh Pelda Aceng kembali diringkus, total pelaku jadi 5 orang
Merdeka.com - Setelah sempat buron beberapa pekan, satu lagi pembunuh anggota TNI yang bertugas di Kesdam II Sriwijaya, Pelda Aceng, akhirnya diringkus. Ironisnya, pelaku masih berusia 14 tahun berinisial PT.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol DTM Silitonga mengungkapkan, tersangka PT ditangkap petugas gabungan dari TNI dan polisi di rumah orangtuanya di Desa Teluk Jaya, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim, Sumsel, Jumat (4/11). Sebelumnya, tersangka PT dikabarkan melarikan diri ke Bangka, namun ternyata bersembunyi di salah satu daerah di Sumsel.
"Iya, satu lagi tersangka pembunuh Aceng ditangkap berinisial PT di rumahnya Jumat kemarin. Selama ini dia bersembunyi," ungkap Silitonga, Senin (7/11).
Dari pemeriksaan sementara, kata Silitonga, tersangka PT berperan ikut memegang tangan korban Aceng saat pembunuhan terjadi. PT juga turut membuang dan membakar jasad korban.
"Dia (PT) ikut megang tangan, membawa, membuang dan membakar korban bersama para tersangka lain," ujarnya.
Namun penyidik mengalami kesulitan menggali keterangan tersangka PT (14) terkait peristiwa pembunuhan, mutilasi, dan pembakaran jasad anggota Kesdam II Sriwijaya, Pelda Aceng. Sebab, tersangka PT mengalami kesulitan dalam komunikasi alias cadel.
"Tersangka PT mengalami sulit komunikasi, jadi kita butuh penerjemah, biar nyambung apa yang dia bicarakan," ungkap Silitonga.
Dijelaskannya, meski masih berusia anak-anak, sehari-hari tersangka tidak menempuh pendidikan formal. Tersangka PT juga merupakan adik kandung dari para tersangka lain.
"Tersangka PT tidak sekolah," ujarnya.
Untuk memastikan peran tersangka PT dalam kasus ini, kata dia, pihaknya akan menggelar reka ulang kembali di beberapa tempat kejadian perkara. Rekonstruksi direncanakan dalam waktu dekat dengan melibatkan seluruh tersangka.
"Dari sana semua bisa jelas terungkap peran masing-masing," terangnya.
Silitonga menambahkan, dengan tertangkapnya seluruh tersangka, maka langkah selanjutnya penyidik akan melengkapi berkas perkara dan akan disidangkan di Pengadilan Muara Enim.
"Locusnya (wilayah) di Muara Enim, kemungkinan besar disidangkan di sana," tukasnya.
Sebelumnya, sambung dia, empat tersangka lain sudah ditangkap, yakni BW (26), HR (22), WWN (22), dan ED (20). "Artinya pelakunya sudah lengkap ditangkap berjumlah lima orang," kata dia.
Diketahui, Pelda Aceng yang merupakan anggota TNI Bagian Keperawatan Kesdam II Sriwijaya tewas di tangan lima bersaudara, empat diantaranya berstatus saudara kandung yang tinggal di Desa Teluk Jaya, Kecamatan Kelekar, Muara Enim, Sumsel, Minggu (9/10 lalu.
Terungkapnya kasus ini setelah Polres Prabumulih meringkus dua pelaku, berinisial BW dan ED, Jumat (21/10) malam. Peristiwa itu bermula saat istri korban mengadu ke Polres Prabumulih yang kehilangan suaminya, 10 Oktober 2016 lalu. Disebutkan, korban sehari sebelumnya pamit menemui pelaku BW di Desa Teluk Jaya untuk menagih hutang.
Mendapat laporan itu, anggota Polres Prabumulih bekerjasama dengan Polres Muara Enim melakukan penyelidikan. Namun sampai 18 Oktober 2016, petugas belum juga menemukan jasad korban. Tak lama, petugas mendapatkan titik terang setelah meminta keterangan istri korban.
Dari informasi ini, petugas mendatangi kediaman pelaku BW. Anggota kaget melihat banyak bercak darah di dalam rumah pelaku BW. Saat diinterogasi, BW mengaku dia bersama tiga rekannya membunuh korban dan memutilasinya menjadi lima bagian.
Untuk menghilangkan jejak, jasad korban dibawa ke hutan Desa Menanti, tak jauh dari kampungnya. Kemudian, korban dibakar.
Dari penyelidikan petugas, pembunuhan tersebut berlatarbelakang utang. Para pelaku yang masih bersaudara tak terima didatangi korban untuk menagih utang. Korban dan tersangka BW terlibat adu mulut hingga berujung perkelahian. Lalu, tersangka HR, memukul kepala dari belakang hingga korban tewas.
Panik dengan dengan kejadian itu, para tersangka memutilasi jasad korban menjadi lima potongan. Selanjutnya, potongan tubuh korban dimasukkan ke dalam dua karung dan dibawa ke hutan. Untuk menghilangkan jejak, jasad korban dibakar.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya