Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri kembali mengidentifikasi bagian tubuh korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Hasil identifikasi pada hari ke-18 ini teridentifikasi dua nama baru.
"Tim berhasil mengidentifikasi dua nama korban, pertama Zurisya Zuar Zai usia 8 tahun, dan Umbu Kristin Zai usia 2 tahun," kata Kepala Rumah Sakit RS Polri, Brigjen Asep Hendradiana di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (26/1).
Dengan teridentifikasinya dua nama baru ini, Tim DVI Polri total sudah berhasil mengidentifikasi 55 identitas korban. Beberapa di antaranya sudah dipulangkan kepada pihak keluarga korban.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memasang target untuk menyelesaikan proses identifikasi korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air bernomor penerbangan SJ-182 dalam sepekan ke depan.
Komandan DVI Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Kombes Hery Wijatmoko menuturkan, kendati proses pencarian para korban kecelakaan pesawat yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta itu telah dihentikan, pihaknya tetap melanjutkan proses identifikasi para korban.
"Operasi DVI tetap berjalan. Semoga dalam satu minggu ini kami bisa selesaikan sampel dari antemortem dan postmortem untuk direkonsiliasi," kata Hery di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Jumat (22/1).
Diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dinyatakan hilang kontak pukul 14.40 WIB, sesaat setelah lepas dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Sabtu sore, 9 Januari 2020 pukul 14.36 WIB di sekitar perairan Kepulauan Seribu. Pesawat rute Jakarta-Pontianak ini mengangkut 62 orang yang terdiri dari 50 penumpang (terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi), 12 kru.
Reporter: Muhammad Radityo Priyasmono
Sumber: Liputan6.com