Sempat Error, Layanan BSI Mobile Sudah Normal

Aplikasi Bank Syariah Indonesia (BSI) Mobile kembali normal pada Rabu 10 Mei, usai mengalami error sejak Senin 8 Mei. Selama masa error, para nasabah BSI tidak dapat mengakses aplikasi.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Sempat Error, Layanan BSI Mobile Sudah Normal
Bank Syariah Indonesia. ©2021 Merdeka.com

Aplikasi Bank Syariah Indonesia (BSI) Mobile kembali normal pada Rabu 10 Mei, usai mengalami error sejak Senin 8 Mei. Selama masa error, para nasabah BSI tidak dapat mengakses aplikasi.

"Setiap kali buka aplikasi loading terus sampai muncul notifikasi sesi waktu berakhir," kata Zein, nasabah BSI, kepada merdeka.com, Rabu (10/5).

Zein tidak menyadari bahwa aplikasi BSI sedang error. Namun, saat hendak membuka aplikasi untuk melihat jadwal salat, barulah ia menyadari bahwa ada gangguan pada aplikasi perbankan syariah tersebut.

"Seharian sama sekali enggak bisa. Dan baru saja dicoba, sudah normal lagi, bisa cek saldo juga," imbuhnya.

Sementara Riyanti, nasabah BSI juga mengonfirmasi bahwa layanan aplikasi sudah berfungsi. Selama aplikasi mengalami gangguan, tidak ada kebutuhan yang memaksa Riyanti untuk tarik tunai melalui ATM. Eehingga, imbuhnya, selama aplikasi tak berfungsi, tidak ada kendala baginya.

Sementara itu, pihak perbankan telah mengirimkan pengumuman terkait keluhan para nasabah. pihaknya mengatakan bahwa saat ini nasabah telah dapat melakukan transaksi melalui kantor cabang dan ATM BSI serta secara bertahap layanan BSI Mobile juga akan segera dapat digunakan kembali oleh nasabah.

"Kami menyampaikan terima kasih atas kesetiaan nasabah kepada PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Sebelumnya BSI telah melakukan maintenance sistem. Pada proses ini perseroan membutuhkan waktu untuk melakukan penyesuaian sehingga layanan tidak dapat diakses sementara dan kam memohon maaf atas ketidaknyaman yang dialami nasabah atas hal ini," tulis @bankbsi_id, dikutip Selasa (9/5).

Pihaknya pun memastikan bahwa dana nasabah tetap aman dan juga menghimbau untuk tetap waspada serta berhati-hati atas segara modus penipuan maupun tindak kejahatan digital yang mengatasnamakan bank.

"Jangan pernah memberikan PIN, OTP, maupun password pada siapapun termasuk pegawai BSI," lanjut pernyataannya.

Rekomendasi