Direktur Operasi, Teknologi Informasi (TI) dan Digital Banking PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), Andi Nirwoto menyampaikan, terdapat beberapa sektor ekonomi yang tetap tumbuh positif sepanjang terjadinya pandemi covid-19, seperti sektor Perumahan atau Real Estate dan sektor Informasi & Komunikasi. Menurut Andi, pertumbuhan yang positif ini merupakan cerminan semakin dibutuhkannya kedua sektor tersebut di tengah pandemi.
"Pertumbuhan PDB Triwulan IV 2021 di sektor Real Estate pada Q4 2021 sebesar 3,94 persen, sebelumnya Q3 2021 sebesar 3,42 persen dan 1,25 persen Q4 2020. Untuk kontribusi sektoral terhadap PDB sektor Real Estate adalah sebesar 2,76 persen," ujar Andi dalam Webinar Forum Ekonomi Merdeka bertajuk 'Indonesia Bangkit 2022' yang digelar Merdeka.com, Senin (28/2).
"Sementara untuk pertumbuhan PDB Triwulan IV 2021 di sektor Informasi & Komunikasi pada Q4 2021 sebesar 6,21 persen, sebelumnya Q3 2021 sebesar 5,54 persen. Untuk kontribusi sektoral terhadap PDB sektor Informasi & Komunikasi adalah sebesar 4,41 persen," tambah dia.
Andi mengungkapkan KPR nasional tumbuh lebih tinggi dari kredit nasional. Sebab, menurut dia, kebijakan stimulus pemerintah berdampak pada sektor perumahan.
"Pertumbuhan KPR Nasional hingga triwulan IV 2021 telah tumbuh sebesar 9,7 persen year-on-year (YoY), meningkat dibandingkan triwulan III 2021 yang sebesar 9,3 persen. Walaupun pertumbuhan kredit nasional mengalami kontraksi pada periode 4Q20-1Q21, pertumbuhan KPR tetap positif sepanjang periode tersebut," jelas Andi.
Advertisement
Digitalisasi Genjot Kinerja KPR
Menurut Andi, kebutuhan digitalisasi perbankan semakin tinggi termasuk industri KPR, apalagi di masa pandemi covid-19. Sebab, lanjut Andi, digitalisasi menjadi sebuah keharusan sebagai upaya meningkatkan efisiensi bisnis dan menjaga agar bisnis tetap kompetitif. Oleh karena itu perbankan juga perlu untuk melakukan akselerasi layanan digital kepada nasabah.
"Pandemi membuat kebiasaan baru, seperti ekonomi digital menjaga produktivitas ekonomi selama pandemi. Masyarakat mulai terbiasa melakukan kegiatan seperti sekolah, bekerja, belanja dan lainnya. Memungkinkan munculnya jenis pekerjaan baru sehingga dapat mengurangi pengangguran. Terjadi peningkatan penjualan & permintaan produk di e-commerce selama masa pandemi," jelas dia.
Andi menjelaskan pandemi banyak mengubah aktivitas masyarakat di antaranya peningkatan jumlah masyarakat yang melakukan berbagai aktivitas secara online dan mencoba kebiasaan belanja yang baru. Trend digital payment juga mengalami peningkatan selama pandemi covid-19.
"Nasabah cenderung untuk meningkatkan penggunaan layanan digital dan mobile banking bahkan setelah pandemi berakhir. Sementara itu jumlah nasabah yang berkunjung ke kantor bank juga semakin berkurang," jelas dia.
Bank BTN, kata Andi, tanggap atas perubahan perilaku konsumen dalam transaksi. Bank BTN menyediakan layanan digital bagi kepemilikan rumah, fasilitasi pengisian kelengkapan rumah, kebutuhan material, elektronik, serta dukungan pembayaran utilitas di perumahan.
"Bank BTN membuat Ekosistem KPR Digital. Ada Living, membantu dalam pengelolaan perumahan dan marketplace untuk pembelian elektronik, bahan bangunan dan perabot rumah tangga. Kemudian pembayaran berbagai transaksi digital dengan kelengkapan virtual account dan QRIS. Bekerja sama dengan Arsitag," jelas dia.
"Untuk Buying, dapat membantu dalam pencarian rumah baru, membantu dalam pencarian rumah second, simulasi kredit, pengajuan kredit secara online, monitoring status dan melihat fisik rumah secara online melalui 4D tour service. Bekerja sama dengan Lamudi dan Pinhome," tambah Andi.
Untuk Selling, kata Andi, dapat membantu developer dalam mengembangkan proyek perumahan, manajemen stok, sekaligus memantau proses kemajuan KPR. Membantu developer dalam kemudahan bertransaksi. Bekerja sama dengan mitra Bank yang meliputi Notaris dan Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP).
"Ada juga fitur Renting, yang membantu developer dalam mengetahui ketersediaan unit untuk disewakan. Membantu konsumen dalam mencari rumah untuk disewakan. Namun untuk fitur ini masih dalam tahap pengembangan," tutur Andi.
"Semua fitur itu dapat diakses di aplikasi pendukung seperti btnproperti for developer, btnproperti dan btn smart residence," tegas dia.
Advertisement
Tantangan Sektor Perumahan
Andi menyampaikan, pandemi menjadi tantangan besar bagi sektor perumahan. Sebab, pertumbuhan pembiayaan perumahan di 2022 sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal yang mempengaruhi kondisi perekonomian nasional antara lain pengendalian covid dan kebijakan pemerintah.
"Setiap terjadinya gelombang penambahan kasus baru, maka ekonomi akan melambat dan berdampak pada turunnya berbagai sektor termasuk perumahan. Program stimulus PPN yang ditanggung pemerintah memicu tumbuhnya KPR secara nasional sepanjang pandemi. Perpanjangan program ini diyakini akan mampu mendorong tumbuhnya industri perumahan di 2022," jelas dia.
Salah satu tantangan dalam sektor perumahan, kata Andi, soal kepastian pemberian jumlah kuota dan anggaran subsidi perumahan dari pemerintah.
"Dalam RPJMN bidang Perumahan 2020 2024 direncanakan akan diberikan subsidi untuk 300ribu unit rumah per tahun. Kepastian anggaran dari pemerintah untuk program ini mempengaruhi pertumbuhan sektor perumahan di 2022," ungkap Andi.