BI-FAST Diluncurkan, Transfer Uang Kini Berbiaya Rp 2.500 dan Sampai dalam 25 Detik

Bank Indonesia resmi meluncurkan sistem pembayaran BI Fast pada Selasa (21/12). Pada tahap awal, transfer online antarbank dengan tarif Rp 2.500 ini akan dilaksanakan oleh 22 bank.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
BI-FAST Diluncurkan, Transfer Uang Kini Berbiaya Rp 2.500 dan Sampai dalam 25 Detik
ATM . Merdeka.com/Dwi Narwoko

Bank Indonesia resmi meluncurkan sistem pembayaran BI Fast pada Selasa (21/12). Pada tahap awal, transfer online antarbank dengan tarif Rp 2.500 ini akan dilaksanakan oleh 22 bank.

Gubernur BI Perry Warjiyo bilang, BI Fast akan melengkapi layanan pembayaran ritel yang ada saat ini yaitu Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI). Namun, layanan anyar ini dipastikan lebih unggul baik dari sisi efisiensi waktu hingga tarif yang lebih murah

Dia mengklaim pengiriman uang Rp250 juta lewat BI-Fast cukup dalam waktu 25 detik.

"BI Fast karena infrastruktur sistem pembayaran ritel yang beroperasi tanpa henti 24 jam 7 hari penuh yang cepat, murah, mudah, aman, dan handal yang kami persembahkan untuk negeri ini," ujarnya dalam acara Peluncuran BI Fast di Jakarta, Selasa (21/12).

Secara rinci, 22 daftar calon peserta BI-Fast tahap pertama yaitu Bank Tabungan Negara, Bank DBS Indonesia, Bank Permata, Bank Mandiri, Bank Danamon Indonesia, Bank CIMB Niaga, Bank Central Asia, Bank HSBC Indonesia, Bank UOB Indonesia.

Kemudian, Bank Mega, Bank Negara Indonesia, Bank Syariah Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, bank OCBC NISP, Bank Tabungan Negara Unit Usaha Syariah (UUS), Bank Permata UUS, Bank CIMB negara Niaga UUS, Bank Danamon Indonesia UUS, Bank BCA Syariah, Bank Sinarmas, Bank Citibank NA, Bank woori Saudara Indonesia.

"Selamat datang dalam peradaban baru, salah satu cirinya adalah digitalisasi," kata Perry Warjiyo.

Menurutnya, pengembangan BI-FAST adalah tonggak penting perkembangan reformasi digitalisasi sistem pembayaran nasional.

Adapun skema harga BI-FAST, yaitu harga dari BI ke Peserta dan harga dari Peserta ke Nasabah. Harga dari BI ke Peserta sebesar Rp19,00 per transaksi. Harga dari Peserta ke Nasabah ditetapkan maksimal sebesar Rp2.500,00 per transaksi.

"Skema harga BI-FAST murah untuk memenuhi kebutuhan rakyat ditetapkan oleh pelaksanaan tugas dan kewenangan BI di bidang sistem pembayaran sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang termasuk dalam penyediaan infrastruktur publik pembayaran yang efisien," jelas Perry.

BI-FAST didesain untuk konsolidasi industri nasional dan membangun ekosistem Ekonomi keuangan digital yang integrated, interoperable, dan interconnected (3i), membentuk unicorn-unicorn nasional yang tangguh.

Perry mengatakan, diluncurkannya BI-FAST sebagai infrastruktur Sistem Pembayaran Ritel Nasional diupayakan untuk memperkuat unicorn-unicorn di Indonesia.

"(BI-FAST) untuk konsolidasi industri nasional dan membangun ekosistem Ekonomi keuangan digital yang integrated, interoperable, dan interconnected (3i), membentuk unicorn-unicorn nasional yang Tangguh," kata Perry.

Sebelumnya, untuk tahap awal, Bank Indonesia menetapkan 22 bank calon peserta BI-Fast batch I pada Desember 2021. Sementara di tahap kedua ada sebanyak 22 calon peserta batch II pada Januari 2022.

Seluruh 44 daftar bank tersebut dipastikan telah memenuhi kriteria 4C, yakni contribution, capability, collaboration, champion in readiness.

Perry berharap, seluruh pelaku industri pembayaran akan bergabung dan memanfaatkan BI-FAST ini untuk mampu melayani kebutuhan masyarakat yang lebih baik.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

 

Rekomendasi