Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah pembangkangan Raja Buleleng dalam Perang Puputan

Kisah pembangkangan Raja Buleleng dalam Perang Puputan Ilustrasi Bali. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Jason Ho

Merdeka.com - Pernahkah kamu mendengar tentang nama I Gusti Ktut Jelantik? Beliau adalah patih yang berasal dari kerajaan Buleleng. Ketika perang puputan terjadi, beliau adalah salah satu pejuang yang paling berpengaruh. Di tanggal 27 Juni 1846, pasukan Belanda datang ke wilayah Buleleng dan bertempur melawan pasukan Buleleng. Dalam keadaan yang terdesak, Belanda memaksa kerajaan Buleleng untuk menandatangani sebuah perjanjian. Perjanjian itu berisi tentang:

  1. Dalam waktu tiga bulan, Raja Buleleng harus segera menghancurkan semua benteng yang dimiliki oleh Buleleng yang pernah digunakan untuk berperang dan tidak diperbolehkan untuk membangun benteng baru.
  2. Raja Buleleng harus membayar ganti rugi dari biaya perang yang sudah dikeluarkan oleh Belanda, sejumlah 75.000 gulden dan Raja Buleleng harus menyerahkan I Gusti Ktut Jelantik kepada pemerintah Belanda.
  3. Belanda diizinkan untuk menempatkan pasukannya di Buleleng.

Raja Buleleng dan para pejuangnya berpura-pura setuju dengan adanya perjanjian ini. namun, Raja dan Patih Ktut Jelantik terus memperkuat pasukannya. Strategi supit urang dilakukan untuk menjaga benteng pertahanan yang ada di Jagaraga. Rakyat juga tetap melakukan Hukum Tawan Karang. Hal ini dibuktikan saat ada kapal-kapal asing yang terdampar di Pantai Kusumba Klungkung, kapal itu dirampas oleh kerajaan. Belanda yang mengetahui hal itu sangat marah. Belanda memerintahkan kepada raja-raja Buleleng, Klungkung dan Karangasem untuk melakukan apa yang ada dalam perjanjian.

Namun, raja-raja di Bali tetap nggak peduli terhadap perintah Belanda itu. Rakyat malah melakukan persiapan untuk melawan kekejaman Belanda itu. Raja Buleleng segera mengirim utusan untuk meminta pasukan tambahan dan bisa mendapatkannya. Belanda tentunya semakin marah. Namun, itu bukanlah akhir dari perang puputan ini. (mdk/iwe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP