Bikin penasaran, ini akhir dari perang Padri fase pertama
Merdeka.com - Kalau kamu melihat permukaan uang lima ribu, kamu akan melihat foto dari Tuanku Imam Bonjol. Dia adalah salah satu pejuang yang ikut melakukan perlawanan dalam Perang Padri. Perang Padri ini terjadi di Sumatera Barat sekitar abad ke 18. Perang ini terjadi dalam tiga fase dan fase pertama terjadi selama 4 tahun. Lalu, bagaimana kondisi akhir perang Padri di fase pertama? Check it out.
Belanda dan Kaum Adat mulai merasa kewalahan dalam menghadapi serangan dari kaum Padri. Hal itulah yang menyebabkan Belanda mengambil strategi damai. Di tanggal 26 Januari 1824, terjadi sebuah perundingan damai diantara Belanda dengan kaum Padri. Perundingan ini dilakukan di wilayah Alahan Panjang. Perundingan ini sekarang kita kenal dengan nama Perjanjian Masang. Tuanku Imam Bonjol juga nggak keberatan dengan perjanjian damai ini.
Namun, Belanda malah memanfaatkan perdamaian itu supaya bisa menduduki daerah-daerah yang lain. Lalu, Belanda juga memaksa Tuanku Mensiangan yang berasal dari Kota Lawas untuk melakukan perundingan, tapi dia mengalami penolakan. Tuanku Mensiangan malah melakukan perlawanan pada Belanda. Namun, Belanda lebih kuat sehingga pusat pertahanannya dibakar dan Tuanku Mensiangan ditangkap.
Tindakan Belanda ini menimbulkan Kaum Padri Alahan Panjang marah dan membatalkan kesepatakan yang sudah dicapai dalam Perjanjian Masang. Tuanku Imam Bonjol mengobarkan lagi semangat kaum Padri untuk bisa melawan Belanda. Dengan hal itu, perlawanan kaum Padri masih terus berlangsung di berbagai tempat. Itulah akhir dari perang Padri fase pertama. Namun, perlawanan ini masih berkanjut di perang Padri fase kedua dan fase ketiga. Perlawanan rakyat Padri dan semua usahanya haruslah dihormati dengan cara mempelajari materi ini secara lebih lanjut. (mdk/iwe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya