Test drive DFSK Glory 580: punya modal besar bersaing di city SUV 7 penumpang
Merdeka.com - Pasar mobil sport utilty vehicle (SUV) termasuk low SUV terus bertumbuh di Indonesia. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan laju penjualan mobil SUV sudah terjadi sejak tiga tahun terakhir. Bila pada 2014 penjualan SUV tercatat 53.855 unit, setahun kemudian penjualannya naik menjadi 54.256 unit. Lajunya semakin kencang dalam dua tahun terakhir, yakni 72.537 unit di 2016 dan meningkat menjadi 73.374 unit pada 2017.
Laju volume penjualan SUV tersebut mendongkrak pangsa pasarnya di pasar otomotif nasional. Tahun lalu pangsa pasarnya mencapai 19 persen, naik dari tahun sebelumnya yang masih di level 12 persen. Per April tahun ini, total penjualan SUV sudah menembus 60 ribu unit dengan pangsa pasar 15,3 persen.
Fakta-fakta tersebut tak heran menarik pabrikan otomotif asal China untuk memasuk ke pasar Indonesia untuk ikutan mencicipi kue SUV nan lezat itu. Seperti yang dilakukan oleh DFSK yang berani memasarkan mobil SUV DFSK Glory 580.
Mobil dengan konsep "City SUV 7 Penumpang" ini memberikan opsi baru bagi penggemar SUV di Indonesia. Lantaran harga jual kompetitif, tapi memiliki fitur-fitur canggih nan berlimpah setara SUV medium buatan Jepang. Bahkan model terendahnya, Glory 580 Comfort 1,8L 5MT, hanya dibanderol Rp 245,9 juta (on the road Jakarta), lebih murah dibandingkan mobil low SUV macam Toyota Rush, Daihatsu Terios, atau Honda BR-V.
Namun, tawaran harga jual kompetitif dengan fitur berlimpah saja tak cukup. Terus terang, konsumen otomotif Indonesia masih memiliki tanda tanya besar bagi mobil China, sehingga perlu pembuktian lebih terhadap mobil yang sudah dirakit di Cikande, Banten, ini.
Maka itu, awal Juni lalu, PT Sokonindo Automobile, agen pemegang merek DFSK, mengajak puluhan media termasuk Merdeka.com melakukan media test drive Glory 580 dengan tujuan Kota Kembang, Bandung. Disiapkan 17 unit Glory 580 tipe 1,5L Turbo Luxury dan Comfort untuk para media. Beruntung, Merdeka.com mendapat Glory 580 1,5L Turbo Luxury, tipe tertinggi yang dibanderol Rp 308 juta. Mobil warna hitam bernomor 7 ini diisi oleh empat orang; tiga jurnalis dan satu orang dari DFSK.
Menariknya, start dimulai dari Stasiun Purwakarta, Jawa Barat, setelah puluhan jurnalis menempuhnya dengan kereta api dari Gambir, Jakarta.
“Kami menyiapkan dua tipe City SUV unggulan kami, yaitu DFSK Glory 580 1.5 L Turbo Luxury & Comfort bertransmisi otomatis jenis CVT dan Manual 6 percepatan, untuk dapat dicoba oleh media. Kondisi jalanan di kota Bandung yang berbukit-bukit dengan kepadatan lalu-lintas layaknya kota besar di Indonesia, kami rasa cukup mewakili karakter konsumen DFSK Glory 580 sebagai sebuah City SUV,” ujar Franz Wang, Managing Director of Sales Centre, PT Sokonindo Automobile, saat membuka media test drive.
Pada kesempatan pertama ini, Merdeka.com menjajal posisi penumpang depan sambil menikmati suasana kota Purwakarta menuju jalan tol Cipularang dengan tujuan pertama, NuArt Sculpture Park Bandung. Berikut kesan kami selama media test drive Glory 580 dari Purwakarta-Bandung, awal Juni lalu.

Interior
Kesan pertama terhadap interior Glory 580 cukup berkualitas, terutama desain dashboard dan cluster meter-nya. Tengok saja sistem hiburannya yang mengunakan layar sentuh 10 inci, terbesar di kelasnya. Sistem audio videonya juga lengkap, dengan sistem GPS navigasi yang sangat membantu pengemudi mencapai tujuan dengan tepat. Plus fitur mirroring yang menghubungkan smartphone ke headunit berlayar besar 10 inci. Caranya juga cukup mudah, untuk smartphonen berbasis Android, koneksinya melalui kabel data, sedangkan iOS hanya dengan Wi-Fi.
Layar LCD yang besar itu semakin optimal perannya saat menampilkan gambar dari kamera depan dan belakang dengan jelas saat berkendara, khususnya ketika parkir.
Jok semi-kulitnya juga berkualitas, dengan desain yang pas menopang tubuh sehingga terasa nyaman. Kabin dengan nuansa dua warna pada jok dan door trim makin mengesankan, plus aksen karbon di dasboard. Sebagai penumpang depan, leg roomnya sangat baik. Jok di baris kedua juga lapang baik leg room maupun head room, bagi saya yang memiliki tinggi badan lebih dari 170 cm.
Desain dan kualitas gearbox alias transmisinya sangat baik, dengan warna black piano sehingga berkesan premium. Apalagi dilengkapi electronic parking brake (EPB) dan snow mode (meski di Indonesia tidak ada salju, fitur ini bisa dimanfaatkan untuk menaklukkan medan berpasir).
Kesenyapan kabin juga sangat baik, menurut klaim DFSK tingkat getaran dan kebisingan (NVH) Glory 580 rendah di level 38 dB. Suara-suara intervensi dari luar memang minim masuk ke kabin termasuk suara mesin dan ban yang biasanya mendengung jika mobil dipacu di atas 80 kiloometer per jam. Material dan bahan interior yang digunakan juga berkualitas.
"Mobil ini sudah seperti mobil buatan Jepang," kesan seorang jurnalis membisiki Merdeka.com.Dalam perjalanan Purwakarta-Bandung sebagai penumpang depan, suspensi Glory 589 juga terasa empuk dan nyaman, baik saat melibas beton jalan tol Cipularang maupun aspal dalam kota Bandung. Terakhir, sunroof memberikan sensasi tersendiri saat melaju kencang di jalan bebas hambatan yang tidak terlalu panas hari itu.

Eksterior
Dari sisi ini, Glory 580 cukup menarik dipandang mata. Secara umum, tampilan eksterior depannya berani dengan lampu utama model eagle-eye plus daytime running light (DRL) LED. Desain bagian belakangnya lebih keren lagi, karena laksana SUV asal Eropa, terutama desain lampu belakang yang full LED termasuk lampau bagian atas sehingga membantu penglihatan pengendara lain.
Konsep city SUV 7 penumpang dipenuhi mobil ini dengan dimensi besarnya: panjang 4.680 milimeter, lebar 1.845 mm, dan tinggi 1.715 mm, serta wheelbase 2.780 mm. Sementara panjang bagasinya bervariasi mulai 390-1.960 milimeter, menjadikan DFSK Glory 580 jauh di depan ukuran mobil sekelasnya, sekaligus memberikan keunggulan keleluasaan ruang terbaik. Ada lebih dari 30 ruang penyimpanan di dalam kabin. Tata letak tempat duduknya juga sangat variatif sehingga memiliki fleksibilitas untuk mengatur ruang kabin sesuai dengan kebutuhan pengguna. Ban profil 225/60 R17 dengan pelek sporty two tone membuat penampilan eksteriornya makin memesona. Pandangan minor soal kualitas mobil China cukup dipatahkan dengan tampilan eksterior Glory 580.

Pengendaraan
Tujuan test drive berikutnya adalah kawasan Dago Pakar. Kali ini posisi saya sebagai pengemudi, bukan lagi penumpang depan. Menganut fitur button start-smart key, menghidupkan mobil cukup mudah, hanya menekan tombol. Posisi jok pengemudi juga bisa ditinggikan jika Anda merasa kurang tinggi.
Desain dan material sistem kemudi Glory patut diapresiasi karena sangat baik sehingga membuat mobil makin enak dikendalikan. Saat saya melaju semakin cepat, sistem Electric Power Steering (EPS) merespons yang membuat setir lebih mantap dari sebelumnya, sehingga melaju di kecepatan tinggi lebih aman. Visibilitas mobil ini dari depan juga cukup baik.Saat melaju di dalam kota Bandung yang kontur jalannya naik-turun, mesin SFG 1.5 turbocharger yang mampu menghasilkan tenaga puncak 110 kW dan torsi 220 Nm per 1.800-4.000 rpm dapat diandalkan. Sedikit saja kaki menginjak pedal gas, mesin cukup responsif, terutama saat jarum rpm menari-nari di level 2.000 ke atas, terasa sekali kinerja turbocharger-nya.
Ini saya buktikan sendiri saat memasuki kawasan Dago Pakar menuju hotel. Saat melaju kencang di jalanan turunan dan tanjakan, mobil tidak pernah kehilangan momentum. Stabilitasnya juga cukup baik. Fitur hill hold control (HHC) juga sangat fungsional untuk mobil city SUV 7 penumpang ini. Saya tidak khawatir sekalipun mobil ini mundur saat berada di tanjakan.
Yang juga patut diapresiasi dari pabrikan mobil China ini adalah pengendaraan Glory 580 cukup fun to drive, yang cocok sekali dengan kebutuhan perkotaan. Ini berkat mesin SFG 1.5 turbochargerd yang dipadu transmisi CVT-nya. Perpindahan giginya terasa lembut dan minim hentakan. Menariknya, saat melaju, Glory 580 ada fitur speed alert. Jadi ketika kami memacu mobil di atas 100 kilometer per jam (kadang 120), muncul alert berupa suara (perempuan): "Drive carefuly!" Begitu seterusnya, jika kami kembali memacu mobil lebih kencang.
Fitur keren lainnya adalah Driving Vehicle Recorder (DVR), fitur standar yang baru pertama ditawarkan oleh pabrikan otomotif di Indonesia. Berada di kaca depan, DVR akan merekam seluruh perjalanan berkendara yang berguna saat terjadi kecelakaan atau kejahatan di dalam kendaraan. "Fitur ini seperi black box di pesawat terbang sehingga sangat penting," ujar Ricky Humisar, Head of Product Plan PT Sokonindo Automobile.
Agar test drive semakin optimal, pihak Sokonindo juga membuat beberapa tantangan di parkiran hotel Intercontinenal Dago Pakar di hari kedua. Ada beberapa tes yang harus kami selesaikan, yakni tantangan slalom maju-mundur, parkir palalel, dan bagasi. Tantangan slalom maju-dan mundur untuk menguji keandalan fitur electronic stability program (ESP), sedangkan tantangan parkir paralel untuk menunjukkan benefit fitur kamera parkir 360 derajat panoramic.
Saat tantangan slalom maju-mundur, saya mencoba dua kali sebagai penumpang depan dan pengemudi. Kesan saya, fitur ESP-nya sangat fungsional karena bodi mobil cukup stabil saat meliuk-liuk menaklukkan cones, baik saat maju maupun mundur. Meski kecepatan mobil tidak terlalu tinggi, karena masalah lahan.
Kesimpulan
Secara umum, DFSK Glory 580 melebihi ekspektasi saya terhadap mobil China, baik secara kualits maupun performa dan kelengkapan fiturnya. Ada banyak kelebihan selain harganya kompetitif, antara lain fitur keamanan aktifnya yang melimpah. Sebut saja sistem rem anti-lock (ABS), electronic brake force distribution (EBD), electronic brake assist (EBA), electronic parking brake (EPB), HHC uphill assist, dan empat airbags. Serta sudah uji tes tabrakan di China dengan meraih lima bintang dari China NCAP. Sementara kekurangannya, antara lain tidak ada info konsumsi bahan bakar di MID Glory 580.
Jadi DFSK Glory 580 memiliki modal baik untuk bersaing di pasar SUV Indonesia. Tidak mudah memang melawan hegemoni pabrikan Jepang yang sudah masuk ke pasar otomotif Indonesia sejak 1970-an. Tapi secara jangka panjang, peluang bagi Glory 580 dan DFSK sebagai pabrikan di Indonesia sangat terbuka untuk bisa eksis di pasar otomotif Indonesia!
(mdk/sya)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya