Motor Matic Lemot? Ini 7 Alasan Mengapa Roller Peang Bisa Jadi Penyebabnya

Berikut adalah beberapa efek negatif yang dapat terjadi jika roller CVT motor matic masih digunakan meskipun sudah peang

Yudi Suryanto
Oleh Yudi Suryanto - Reporter
Motor Matic Lemot? Ini 7 Alasan Mengapa Roller Peang Bisa Jadi Penyebabnya
Motor Matic Lemot? Ini 7 Alasan Mengapa Roller Peang Bisa Jadi Penyebabnya (Merdeka.com)

Berikut beberapa dampak buruk yang dapat terjadi jika roller CVT motor matic tetap digunakan meskipun sudah rusak atau aus.


1. Mesin terasa tidak nyaman

Sulitnya menanjak disebabkan oleh ketidakseimbangan gaya sentrifugal roller peang yang membuat v-belt tidak bergerak dengan baik, mengakibatkan mesin motor terasa tidak stabil.

2. Kecepatan maksimum menurun

2. Kecepatan maksimum menurun
Dok. Istimewa

Apabila jalur yang ditempuh tidak banyak yang lurus, maka kecepatan maksimal motor akan menurun.

Selain itu, penggunaan roller peang juga dapat menyebabkan motor menjadi boros bahan bakar karena mesin tidak beroperasi dengan efisiensi.

3. Suara yang kasar

Suara kasar seperti "kletek-kletek" atau "klotok-klotok" di area CVT biasanya menandakan bahwa roller yang sudah peang atau rusak perlu segera diganti karena tidak berfungsi dengan baik.

4. Masalah lainnya

Apabila roller CVT tidak diperbaiki, maka kerusakan dapat menyebar ke roller dan pulley rumah jalur.

Akibatnya, mesin akan mengeluarkan suara kasar dan motor kehilangan akselerasinya.

Selain itu, kerusakan pada roller juga dapat mengakibatkan retak atau pecah, yang akan membutuhkan biaya penggantian yang besar.

5. Biaya servis yang mahal

Untuk mencegah kerusakan pada komponen ini, sangat penting untuk melakukan servis CVT secara rutin.

Biaya penggantian roller CVT yang rusak bisa mencapai Rp 250 ribu, tanpa biaya penggantian pulley.

6. Motor tidak stabil

6. Motor tidak stabil
Dok. Istimewa

Penggunaan roller peang pada motor dapat menyebabkan ketidakstabilan saat digunakan, yang berpotensi membuat tarikan motor menjadi tersendat atau ndut-ndutan.

Hal ini akan berdampak pada kenyamanan berkendara.

7. Gaya Mengemudi

Agar roller CVT tidak cepat rusak, disarankan untuk melakukan servis CVT secara teratur, baik di bengkel resmi maupun non-resmi, terutama jika gaya berkendara ekstrem, jarak tempuh jauh, atau beban berat sering dilakukan.

Rekomendasi