Penjualan Mobil Baic di GIIAS 2025 Telak Kalah Jauh dengan DFSK

Selama pelaksanaan GIIAS 2025, booth Baic berhasil menarik perhatian banyak pengunjung. Tapi tidak dengan penjualan.

Septian Pamungkas
Oleh Septian Pamungkas - Reporter
Penjualan Mobil Baic di GIIAS 2025 Telak Kalah Jauh dengan DFSK
DFSK Gelora E Mulai Diproduksi Lokal, Harganya Turun Ratusan Juta (Arief/Liputan6.com) (© 2025 Liputan6.com)

Bagi para produsen yang berpartisipasi dalam pameran otomotif besar seperti Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), memiliki lokasi booth yang strategis adalah impian yang diharapkan.

Hal ini dikarenakan posisi yang baik dapat menarik perhatian pengunjung untuk mengunjungi area pameran mereka. Dalam GIIAS 2025, salah satu agen pemegang merek (APM) yang berhasil mendapatkan "posisi yang menguntungkan" adalah Baic Indonesia.

Pabrikan yang berasal dari Tiongkok tersebut menempati booth seluas 750 meter persegi di Hall 5, Booth 5B ICE BSD, Tangerang, Banten, bersebelahan dengan merek-merek besar seperti Toyota dan Honda.

Ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 ternyata bukan hanya menjadi tempat untuk mencari kendaraan baru ataupun berburu promo menarik otomotif, tapi ternyata ada juga yang sekedar datang untuk sekedar
Ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 ternyata bukan hanya menjadi tempat untuk mencari kendaraan baru ataupun berburu promo menarik otomotif, tapi ternyata ada juga yang sekedar datang untuk sekedar

Posisi booth yang baru ini jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu, ketika Baic menempati lokasi di Hall 11 dengan hanya menampilkan dua produk unggulannya, yaitu X55 II dan BJ40 Plus.

Pada GIIAS 2025, mereka memamerkan setidaknya 10 unit kendaraan. Menurut pantauan Liputan6.com selama berlangsungnya GIIAS 2025, booth Baic berhasil menarik perhatian banyak pengunjung, terutama model BJ30 Hybrid yang baru saja diluncurkan.

GIIAS 2025 Ramai Pengunjung, Ruang Dealing Merek-Merek Ini Tetap Sepi (Arief A/Liputan6.com)
GIIAS 2025 Ramai Pengunjung, Ruang Dealing Merek-Merek Ini Tetap Sepi (Arief A/Liputan6.com)

Walaupun booth Baic memiliki area yang luas dan posisi yang strategis serta ramai dikunjungi oleh pengunjung yang penasaran dengan produk baru mereka, dealing room Baic tampak sepi.

Hal ini menunjukkan bahwa banyak pengunjung yang hanya sekadar ingin melihat-lihat tanpa niat untuk membeli, yang sering disebut sebagai Rohana alias 'rombongan hanya nanya'.

Menurut informasi resmi dari Baic Indonesia, selama 12 hari acara, mereka berhasil mencatatkan penjualan sebanyak 278 unit, di mana BJ30 Hybrid menyumbang hampir 50 persen dari total penjualan dengan angka 136 unit.

Pencapaian ini jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu, di mana pada GIIAS 2024, Baic hanya berhasil menjual 128 unit dari dua model unggulan. Meskipun posisi booth yang strategis, hal ini tidak menjamin bahwa Baic akan mendapatkan banyak Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).

DFSK, yang memiliki booth di Hall 2 bersebelahan dengan merek kendaraan niaga serta brand asal Tiongkok dan Korea Selatan, berhasil mencapai hasil yang memuaskan.

Menurut informasi resmi yang diterima oleh Liputan6.com, DFSK berhasil mengumpulkan Surat Pesanan Kendaraan (SPK) sebanyak 565 unit. Model terlaris dari DFSK adalah Gelora E, di mana tipe Blind Van menyumbang 150 SPK, sedangkan tipe Mini Bus mencatatkan 80 SPK. Selain itu, DFSK Super Cab juga mencatatkan penjualan yang baik dengan 110 SPK.

Pencapaian model-model lainnya juga menunjukkan performa yang positif, seperti mobil listrik kompak SERES E1 yang berhasil mendapatkan 105 unit SPK. Di sisi lain, SUV listrik SERES 3 mencatatkan 120 unit SPK. Keseluruhan hasil penjualan ini menunjukkan bahwa DFSK mampu bersaing dengan baik di pasar otomotif yang kompetitif saat ini, meskipun berada di antara merek-merek besar lainnya.

Rekomendasi