Usaha Perdagangan Astra Otoparts Turun Jadi Rp 2 Triliunan di Kuartal I 2023

Pada segmen usaha perdagangan, Astra Otoparts didukung jaringan distribusi domestik, ekspor, dan jaringan perdagangan ritel modern dengan nama Shop&Drive, Shop&Bike, Motoquick, dan Astra Otoservice, yaitu platform perdagangan digital astraotoshop.com, yang menjual produk otomotif dan non-otomotif.

Syakur Usman
Oleh Syakur Usman - Reporter
Usaha Perdagangan Astra Otoparts Turun Jadi Rp 2 Triliunan di Kuartal I 2023
astra otoparts. ©2019 Liputan6.com

Perusahaan komponen otomotif, PT Astra Otoparts Tbk, meraih kenaikan laba bersih 92 persen menjadi Rp 432,9 miliar pada kuartal I tahun ini diibandingkan kuartal I tahun lalu.

Kenaikan laba bersih tersebut sejalan dengan meningkatnya
pendapatan usaha sebesar 8,6 persen menjadi Rp 5 triliun.

Pada segmen manufaktur, anak usaha Grup Astra ini membangun kerja sama dengan mitra bisnis ternama dunia untuk memproduksi berbagai macam suku cadang. Produk suku cadangnya melayani hampir seluruh pabrik otomotif di pasar suku cadang pengganti di Indonesia, baik untuk
kendaraan roda dua, roda empat, komersial, dan lain-lain.

Pada segmen usaha perdagangan, Astra Otoparts didukung jaringan distribusi domestik, ekspor, dan jaringan perdagangan ritel modern dengan nama Shop&Drive, Shop&Bike, Motoquick, dan Astra Otoservice, yaitu platform perdagangan digital astraotoshop.com,yang menjual produk otomotif dan non-otomotif, serta fasilitas pengisian daya KBLBB Astra Otopower.

Di kuartal I tahun ini, segmen usaha manufaktur membukukan pertumbuhan pendapatan bersih 18,7 persen menjadi Rp 2,9 triliun.

Sedangkan, segmen usaha perdagangan justru mengalami penurunan pendapatan bersih sebesar 3,1 persen menjadi Rp 2,07 triliun.

Astra Otoparts masih fokus pada segmen usaha manufaktur dan
perdagangan yang menjadi bisnis inti perusahaan dengan terus melakukan inovasi serta mengembangkan produk-produk baru, baik dalam industri otomotif maupun non-otomotif.

Reporter magang: Vallerie Dominic

Rekomendasi