Investasi Rp 2,9 Triliun, Daihatsu Akan Produksi Model EV di Pabrik Baru Karawang 2

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menyiapkan dana Rp 2,9 triliun untuk pembangunan pabrik Karawang Assembly Plant 2 di Karawang Timur, Jawa Barat. Pabrik baru ini akan memiliki fasilitas perakitan (assembly), welding, painting, dan public facility. Rencananya rampung pada 2024.

Syakur Usman
Oleh Syakur Usman - Reporter
Investasi Rp 2,9 Triliun, Daihatsu Akan Produksi Model EV di Pabrik Baru Karawang 2
Acara seremoni ground breaking pabrik Daihatsu Karawang Assembly Plant 2.. ©2023 Merdeka.com

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menyiapkan dana Rp 2,9 triliun untuk pembangunan pabrik Karawang Assembly Plant 2 di Karawang Timur, Jawa Barat.

Pabrik baru ini akan memiliki fasilitas perakitan (assembly), welding, painting, dan public facility. Rencananya rampung pada 2024 dengan memproduksi model Xenia, Avanza, Terios, dan Rush serta model kendaraan elektrifikasi atau electric vehicle (EV).

Yasushi Kyoda, Presiden Direktur ADM, mengatakan pabrik Karawang Plant 2 ini akan memiliki kapasitas produksi 140 ribu unit per tahun. Pabrik ini bersifat relokasi dari pabrik Sunter I di Jakarta Utara yang telah berumur 27 tahun.

Pabrik anyar ini mengadopsi konsep E-SSC (Evolution, Simple, Slim, Compact). Seperti dibekali dengan teknologi modern, lingkungan dan tempat kerja yang lebih aman dan nyaman bagi karyawan, kualitas dan tingkat pengiriman yang lebih cepat, serta ramah lingkungan.

Fasilitas pabrik baru ini akan memanfaatkan energi terbarukan yang dapat mengurangi kadar emisi karbon hingga 20 persen.

“Seremoni ground breaking ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada seluruh pihak, khususnya pemerintah Indonesia, mitra Daihatsu, serta seluruh pelanggan setia. Pembaruan pabrik ini merupakan tonggak penting kami untuk menuju masa depan, serta wujud komitmen kami bekerja sama lebih lanjut dengan Indonesia,” ujar Yasushi Kyoda saat menghadiri ground breaking.

Acara ground breaking dihadiri Sekretaris Jendral Kementerian Perindustrian RI Dody Widodo; Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kenji Kanasugi; dan tiga perwakilan pemegang saham ADM, yakni Executive Vice President of Daihatsu Motor Co Ltd (DMC) Hiromasa Hoshika; Direktur PT Astra International Tbk Hamdhani Dzulkarnaen Salim; Regional Chief Executive Officer Toyota Tsusho Asia Pacific Mitsuhiro Tsubakimoto.

ADM berumur lebih 44 tahun sejak masuk ke Indonesia pada1978. Sejak 2009, Daihatsu berhasil mempertahankan posisi ke-2 di pasar otomotif Indonesia selama 14 tahun berturut-turut. Tak hanya itu, capaian produksi pada 2022 juga mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah Daihatsu di Indonesia, yaitu 560 ribu unit.

Kata Kyoda, pembangunan fasilitas perakitan baru ini bertujuan agar ADM dapat terus menyediakan kendaraan berkualitas tinggi kepada pelanggan dengan harga yang tetap kompetitif, sekaligus menjaga keberkelanjutan perusahaan dengan menciptakan fasilitas produksi yang modern dan ramah lingkungan.

Basis Produksi Daihatsu di Luar Jepang

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian RI Dody Widodo mengatakan pemerintah mengapresiasi pada komitmen Daihatsu yang menjadikan Indonesia sebagai basis produksi Daihatsu di luar Jepang.

Hal ini juga menjadi bukti bahwa ADM berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mengembangkan industri kendaraan bermotor di Indonesia.

“Selamat dan sukses kepada ADM atas pencapaian prestasi yang
membanggakan. Kami berharap, ke depan ADM dapat terus berinovasi dan berkontribusi secara aktif dalam pengembangan industri otomotif Indonesia serta dapat memantapkan posisinya sebagai salah satu produsen kendaraan bermotor roda empat terbesar di Indonesia, di
Asia Tenggara, bahkan di dunia,” pungkas Dody.

Rekomendasi