Toyota Indonesia meluncurkan program pengembangan 10 SMK percontohan sebagai pusat vokasi edukasi elektrifikasi industri otomotif di Yogyakarta, kemarin (31/1). Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi lulusan SMK dengan menerapkan pola link and match antara kebutuhan industri dan dunia pendidikan.
Di program ini Toyota Indonesia mendonasikan alat praktik berteknologi Augmented Reality mengenai elektrifikasi. Kemudian membantu para guru SMK merancang kurikulum praktik guna melahirkan talenta (SDM) otomotif era elektrifikasi dan netralitas karbon dengan kompetensi siap pakai.
Bob Azam, Direktur Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), menjelaskan upaya pengembangan kualitas SDM harus dilakukan secara terus-menerus, agar peningkatan dan proses transfer teknologi berjalan baik. Sehingga Indonesia memiliki generasi muda ahli dan terampil menghadapi tantangan era elektrifikasi.
SDM kompeten dan bersertifikat dengan kemahiran spesifik di bidang teknologi elektrifikasi dengan porsi pembelajaran praktik lebih besar, diharapkan lebih siap menjawab tantangan berbagai sektorindustri, termasuk di industri otomotif nasional.
“Kami memberikan dukungan nyata kepada pemerintah dengan memperkuat kompetensi SDM vokasi sebagai ‘Center of Excellence’. Talenta ini menjadi elemen penting menjawab tantangan ekonomi dan industri, khususnya kmemasuki era elektrifikasi. Kami terus berupaya berkontribusi pada peningkatan kemampuan SDM nasional melalui kontribusi sosial dan berbagai inisiatif seperti program Toyota Berbagi pada pilar pendidikan. Kami meyakini, tanpa didukung sumber daya ahli dan kompeten, tantangan transformasi industri tidak dapat berjalan secara berkelanjutan. Harapannya, melalui publik advokasi teknologi elektrifikasi di SMK, dapat menjawab kebutuhan SDM unggulan berkompetensi spesifik serta bersertifikasi yang siap berkarya hingga bersaing di kompetisi industri domestik dan global,” ujar Bob.
Toyota Indonesia meyakini transformasi industri otomotif tetap dapat mengoptimalkan kapabilitas lokal dengan meningkatkan kemampuan SDM serta mengimplementasikan kemajuan teknologi era elektrifikasi dalam proses produksinya.
Advertisement
Perkenalkan Teknologi Elektrifikasi lewat Augmented Reality
Toyota Indonesia melaksanakan aktivitas publik advokasi teknologi elektrifikasi kepada 10 sekolah vokasi (SMK) terpilih termasuk di Karawang dalam tiga tahapan pembelajaran.
Tahap pertama, Training Development, terdiri atas aktivitas pelatihan dan sertifikasi kepada para pengajar SMK perwakilan 10 sekolah. Pada tahap ini, program Toyota Indonesia akan fokus pada pengembangan edukasi elektrifikasi untuk 10 SMK di Pulau Jawa (Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur), serta edukasi mengenai logistik beberapa SMK di sekitar Patimban, Subang, Jawa Barat.
Tahap kedua, Public Lecture yang menyasar seluruh pengajar dan siswa di 10 SMK. Pada tahapan terakhir, Curriculum Development, yang mana Toyota Indonesia bekerja sama dengan Labtech dan UPI (konsultan ahli bidang kurikulum pendidikan), untuk dapat mengimplementasikan kurikulum teknologi elektrifikasi pada 10 SMK tersebut.
Para lulusan siswa SMK yang memiliki kesiapan keterampilan di bidang otomotif ini diharapkan berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan SDM terampil untuk kemajuan industri otomotif nasional masa depan.
“Melalui platform terkini Augmented Reality, kami memberikan dalam bentuk komputer tablet sebanyak 100 unit pada 10 SMK terpilih, sebagai media pembelajaran. Materi teknologi eletrifikasi yang diakses pada media pembelajaran ini juga dibuat lebih atraktif dalam bentuk animasi teknologi kendaraan elektrifikasi lengkap. Antara lain dasar pengetahuan mengenai teknologi multi-pathway, pembahasan elemen-elemen utama kendaraan elektrifikasi seperti mesin, transaxle, baterai, power control unit (PCU), dan electric motor. Sehingga seluruh materi pembelajaran teknologi elektrifikasi ini dapat menambah semangat edukasi bagi para guru serta memudahkan pemahaman kepada seluruh siswa vokasi sebagai SDM unggulan,” pungkas Bob.