Citroen resmi kembali ke pasar otomotif Indonesia pada Selasa (4/10). Merek otomotif asal Prancis ini memilih Indomobil Group sebagai distributor tunggalnya, sejak kali terakhir beredar di Indonesia pada era 1990-an.
Pengumuman kemitraan distribusi Citroen di Indonesia dilakukan cukup mewah di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa malam.
Meski didera hujan, CEO Citroen Vincent Cobée dan Carl Smiley, Stellantis Chief Operating Officer untuk India dan wilayah Asia Pasifik, tampak antusias mengikuti acara sejak awal. Andrew Nasuri, Head of Business Development Indomobil Group, memimpin gala dinner tersebut.
Carl Smiley mengatakan Indonesia pasar penting sebagai hub kendaraan listrik di kawasan Asia Pasifik. Sebab potensi pasar mobil listrik di republik ini sangat terbuka.
"Maka itu, diperlukan studi untuk menjadikan Indonesia sebagai hub model mobil listrik Citroen. Kami menargetkan pangsa pasar Citroen di kawasan ini tumbuh menjadi 5 persen pada 2030 seiring ekspansi kami ke Indonesia mulai tahun depan," ujar Smiley menjawab Merdeka.com.
Berikut strategi Citroen di Indonesia untuk kembali menarik minat konsumen otomotif Indonesia:
1. Bisnis Citroen di Indonesia akan dilakukan oleh PT Indomobil Wahana Trada, anak usaha Indomobil Group. Perusahaan inilah yang mengelola distribusi dan penjualan produk Citroën di Indonesia mulai tahun depan (2023).
2. Tahun pertama Indomobil akan membangun 7 diler Citroen di Indonesia untuk mendukung pemasaran dan penjualan produk Citroen. Tahun kedua diler akan ditambah menjadi 15 outlet.
3. Tahun pertama Citroen Indonesia akan memasarkan tiga model, yakni C5 Aircross, mobil listrik ë-C4, dan New C3.
Model C5 akan diimpor secara utuh dari Brittany, Prancis; e-C4 didatangkan dari Madrid, Spanyol; dan New C3 dari India.
4. Pihak Citroen masih berdiskusi soal harga jual ketiga produknya di Indonesia. Namun, New C3 yang diimpor dari India akan dipasarkan dengan harga sekitar Rp 300 jutaan.
5. Pada tahun kedua, Citroen akan menambah dua model baru untuk Indonesia, sehingga total akan dipasarkan 5 model.
6. Kerja sama dengan Indomobil Group untuk kegiatan distribusi semata, sedangkan untuk kerja sama produksi atau perakitan (lokalisasi) belum dibicarakan, karena tergantung model mobil dan seberapa dalam lokalisasinya. Maka itu, Indomobil belum bisa menyebutkan biaya modal (capex) kemitraannya dengan Citroen.
7. Indonesia berpotensi menjadi hub kendaraan listrik di kawasan Asia Pasifik. Maka itu, Citroen hadir di Indonesia untuk melakukan studi pasar.